Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:40 WIB

KPK Telusuri Jejak Suap Rommy di Kasus Rektor

Oleh : Ivan Setyadhi | Rabu, 19 Juni 2019 | 01:02 WIB
KPK Telusuri Jejak Suap Rommy di Kasus Rektor
Wakil Ketua KPK ALexander Marwata - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri dugaan aliran dana dalam proses pemilihan rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Sejak kemarin, penyidik KPK memanggil sejumlah rektor dan calon rektor IAIN dibeberapa daerah untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag.

"Bisa jadi, kembali lagi, penyidik dalam rangka melakukan penyidikan itu banyak menerima informasi. Bisa jadi dari pemanggilan saksi, saksi itu mengatakan bukan hanya ini lo. Tapi juga termasuk misalnya pemilihan rektor-rektor itu," kata Wakil Ketua KPK ALexander Marwata kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).

Namun sampai saat ini, pimpinan KPK kata Alex, masih belum mendapat laporan dari penyidik sejauh mana aliran dana dalam proses pemilihan rektor IAIN."Itu kita belum ada substansi apa yang digali penyidik, apakah dalam pemilihan rektor-rektor itu juga ada ya semacam seperti penunjukan kanwil jatim. Kita belum tau, pimpinan belum tau. Pasti nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut kita akan ekspos," ungkapnya.

Setelah pemeriksaan sejumlah rektor dan calon rektor IAIN, penyidik segera mengumpulkan informasi disertai bukti-bukti ada tidaknya peran Rommy (bekas Ketum PPP) dalam jual beli jabatan rektor perguruan tinggi islam di bawah Kemenag tersebut.

"Nanti kita lihat. Sejauh ini kita belum dapat informasi baru. Apa yang dia dapatkan, menaikan tersangka baru misalnya, mengembangkan ke kasus untuk lainnya," tandasnya.

Sejak Senin (17/6/2019) kemarin, total ada sembilan rektor dan calon rektor yang masuk daftar riksa KPK. Mereka yaitu Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Ali Mudlofir; Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Masdar Hilmy; Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Sunan Ampel Surabaya, Akh Muzakki. Selain itu terdapat nama Rektor IAIN Pontianak, Syarif; Dosen IAIN Pontianak, Wajidi Sayadi; Wakil Rektor I IAIN Pontianak, Hermansyah; dan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Warul Walidin.

Sementara Rommy, jadi tersangka atas dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Rommy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Rommy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Rommy agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

KPK juga sudah menggeledah beberapa ruangan di Kemenag. Salah satunya ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. KPK menemukan uang Rp 180 juta dan USD 30 ribu saat menggeledah ruang kerja Lukman yang merupakan kader di partai yang dipimpin Rommy.[adc]

Komentar

x