Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:09 WIB

Bareskrim Ungkap Penyelundupan Sabu di Pulau Kecil

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 18 Juni 2019 | 20:27 WIB
Bareskrim Ungkap Penyelundupan Sabu di Pulau Kecil
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap penyimpanan narkoba jenis Sabu jaringan Malaysia-Indonesia. Sabu itu disimpan disebuah pulau kecil tak berpenghuni di Kepulauan Riau (Kepri).

"Selama dua minggu mapping di Bintan, Kepri. Hingga pada sabtu 4 Juni Satgas NIC Ditipid Narkoba mengamankan 1 orang atas nama Indra alias Bakri di Pulau Bakau," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Daniyanto di Bareskrim, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Pulau tak berpenghuni itu, kata Eko, ditempuh 1,5 jam dari dermaga yang ada di Batam, Kepri menggunakan speed boat. Tim, sambung Eko, sudah melakukan pemantauan alias mapping sejak bulan ramadhan lalu.

Tim akhirnya menyelinap ke pulau tersebut dengan menyamar sebagai nelayan. Hasilnya 54 Kg Sabu berhasil ditemukan.

"Kita gunakan kapal keting-ting (kapal kecil tanpa mesin) itu yang biasa digunakan nelayan setempat untuk cari ikan, anggota nyamar, ya sambil mancing bermalam-malam di laut," jelas Eko.

Lebih jauh Eko menjelaskan, dari pengakuan tersangka yang ditangkap yakni Indra alias Bakri diperintah oleh Dullah, seorang WNI merupakan seorang bandar yang tinggal di Johor, Malaysia. Adapun Dullah mepercayakan Indra lantaran tahu mana tempat yang paling aman dan cocok untuk menyembunyikan 54 kilogram sabu itu.

Eko menambahkan Indra dibayar Rp 40 juta sekali mengikuti perintah dari Dullah. Barang haram itu diangkut dari Johor, Malaysia menggunakan kapal dan dibawa ke perairan Kepri. Kapal itu kemudian dijemput dengan menggunakan kapal kecil dan dibawa ke pulau kecil tak berpenghuni.

"Barang bukti yang diamankan sebanyak dua tas travel besar yang di dalamnya berisikan sabu seberat 54 kilogram. Nilainya Rp 15 miliyar dan satu buah HP," ucap Eko.

Penangkapan Indra ini berawal dari penangkapan Nasril di Jalan Wan Amir, Kotamadya Dumai, Riau pada Jumat (10/5) sekitar pukul 20.20 WIB. Nasril ditangkap beserta barang bukti 8 Kg Sabu dan 20 butir ekstasi.

"Kegiatan penangkapan dilanjutkan dengan menggeledah rumah Nasril di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Riau dan menemukan satu kilogram (sabu) lagi. Jadi total barang bukti yang kita amankan 63 kilogram sabu dan 20 ribu butir pil ekstasi," terang Eko.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup dan denda paling banyak Rp 10 miliar. [adc]

Komentar

x