Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 19:37 WIB

Pilot Laporkan 25 Balon Udara di Jalur Penerbangan

Oleh : Aris Danu | Selasa, 18 Juni 2019 | 02:01 WIB
Pilot Laporkan 25 Balon Udara di Jalur Penerbangan
(Istimewa)

INILAHCOM, Yogyakarta - Penerbangan balon udara secara liar terus mengancam sistem navigasi. Sejak awal Juni hingga saat ini AirNav Yogyakarta sudah menerima 27 laporan dari pilot maskapai soal balon udara liar.

"Sejak 5 Juni kemarin, saat ini sudah ada 25 laporan dari pilot dan ditemukan di TNI AU (kompleks Lanud Adisutjipto) ada 2," kata General Manager PT AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta, Nono Sunaryadi kepada wartawan di Media Center Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Senin (17/6/2019).

Jumlah balon yang terbang liar dari setiap laporan berbeda-beda. Ada satu pilot pesawat komersial yang melaporkan melihat belasan balon udara terbang liar di sekitar jalur penerbangan Jakarta-Yogyakarta. Diperkirakan balon-balon tersebut diterbangkan dari wilayah yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara, salah satunya Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

"Pesawat yang masuk ke Yogya, melalui jalur Jakarta-Cirebon-Yogya, itu melintasi wilayah Wonosobo. Kalau balon diterbangkan dari sana, lepas masuk ke jalur penerbangan," paparnya.

Sementara itu, aparat dari Polres Wonosobo telah mengamankan enam orang tersangka pelepas balon udara secara liar.

"Info dari Kapolres Wonosobo, ada enam orang yang jadi tersangka menerbangkan balon udara secara liar. Kemungkinan masih ada di desa-desa tertentu, entah disengaja atau tidak, atau tidak sengaja lepas," ujarnya.

Nono menambahkan, menerbangkan balon udara tidak dilarang asalkan sesuai dengan ketentuan Permenhub 40/2018. Yakni tinggi balon maksimal 7 meter, ketinggian total 150 meter, warna balon udara harus mencolok, garis tengah maksimal 4 meter, diikat dengan minimal 3 tali tambahan. Dan jika balon tidak berbentuk bulat atau oval atau jumlahnya lebih dari 1 maka dimensi balon maksimal 4x4x7 meter. [ton]

Komentar

x