Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:21 WIB

Balon Udara Ganggu Penerbangan di Lanud Adisucipto

Oleh : Aris Danu | Senin, 17 Juni 2019 | 18:31 WIB
Balon Udara Ganggu Penerbangan di Lanud Adisucipto
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Yogyakarta - Penerbangan balon udara secara liar terus mengancam sistem navigasi. Bahkan balon udara telah masuk ke dalam zona militer Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

Terkait maraknya balon udara di wilayah DIY, PT AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta menerbitkan notice to airmen (NOTAM) kepada pilot yang menerbangkan pesawat di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. NOTAM berisi peringatan atas potensi gangguan balon udara liar terhadap aktivitas penerbangan pesawat komersial maupun militer.

"Kami telah melakukan langkah antisipasi dan mitigasi. Antisipasinya melakukan sosialisasi ke masyarakat," kata General Manager PT AirNav Yogyakarta, Nono Sunaryadi kepada wartawan di Media Center Lanud Adisutjipto, Senin (17/6/2019).

Nono menambahkan, NOTAM diharapkan dapat mengantisipasi adanya gangguan penerbangan sejumlah pesawat.

"Untuk mitigasi, penerbitan NOTAM untuk seluruh traffic diharapkan berhati-hati karena ada penerbangan balon udara. Meningkatkan kewaspadaan ATC terhadap peluncuran penerbangan balon udara liar untuk melaporkan ke pilot berdasarkan laporan dari pilot sebelumnya," ujarnya.

AirNav juga mengeluarkan NOTAM berisi panduan rute alternatif bagi penerbangan. Hal itu dilakukan jika jalur penerbangan normal tidak memungkinkan untuk dilintasi pesawat.

"Jika rute sangat ekstrem, maka ada alternatif rute untuk tidak melewati rute tersebut," terang Nono.

Lebih lanjut Nono mengatakan, penerbangan balon udara tidak dilarang asalkan sesuai dengan ketentuan Permenhub 40/2018.

"Kita sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, tokoh, dan instansi pemerintah terutama di wilayah yang mempunyai tradisi menerbangkan balon udara. Seperti di Wonosobo, Jawa Tengah," terang Nono. [ton]

Komentar

Embed Widget
x