Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 05:01 WIB

Kata BPN Soal Pengurangan 22 Juta Suara Jokowi

Senin, 17 Juni 2019 | 05:05 WIB
Kata BPN Soal Pengurangan 22 Juta Suara Jokowi
(Foto: inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan bahwa pasangan Calon Presiden 01 Jokowi-Maruf, seharusnya mendapatkan 63.573.169 suara, bukan 85.607.362 versi KPU.

Sementara perolehan suara pasangan Calon Presiden 02 tetap sama dengan versi KPU, yaitu berjumlah 68.650.239 juta suara. Dengan jumlah suara diatas, maka selisih suara Jokowi berkurang menjadi 22 juta suara.

Anggota tim hukum Prabowo-Sandi, Luthfi Yazid mengatakan, salah satu pengurangan suara Jokowi terkait dengan temuan BPN terhadap 17,5 juta DPT tidak wajar yang sudah dilayangkan ke KPU sebelum Pemilu 17 April digelar. Ia pun menjelaskan mengapa negara yang harus menjelaskan hal tersebut.

"Pihak termohon dan terkait mengatakan, mengklaim bahwa yang harus membuktikan adalah yang mendalilkan (BPN Prabowo-Sandi). Ini adagium dalam hukum perdata, tidak berlaku dalam hukum konstitusi," katanya, Minggu (16/6/2019).

"Negara atau pemerintah yang harus membuktikan. Buktikan saja secara rasional, sebab separuh penduduk Indonesia tidak percaya dengan kerja KPU," tambahnya.

Luthfi juga mengatakan, gugatan hasil Pilpres tak hanya sebatas angka-angka, namun harus dilihat secara substantif.

"Saat ini ada yang ngeles bahwa untuk menemukan kebenaran susbtansial tak mungkin mengesampingkan hukum acara. Justru hukum acara tak boleh mengesampingkan substansi. Hukum acara harus menyesuaikan, bukan hal yang substansi yang harus menyesuaikan dengan hukum acara," tandasnya [fad].

Komentar

x