Find and Follow Us

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 12:46 WIB

Cara AKBP Alfian Redam Efek Domino Pembunuhan

Minggu, 16 Juni 2019 | 21:15 WIB
Cara AKBP Alfian Redam Efek Domino Pembunuhan
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Probolinggo - Masih ingat peristiwa pembacokan pada malam takbiran, Selasa (4/6/2019) lalu? Tak ingin efek domino kasus ini terus bergulir, polisi berusaha meredam para pihak agar situasi kembali normal.

Selang sehari paska pembacokan, terjadi perusakan rumah Suroso (27) di Dusun Kapasan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Isu berkembang, Suroso dituding ikut mendalangi pembacokan. Meski belakangan polisi tidak menemukan cukup bukti ketelibatan Suroso.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan polisi sudah bergerak cepat sejak peristiwa terjadi yakni menangkap para pelaku sampai meredam aksi lanjutan kasus dimaksud. Bahkan, untuk rumah Suroso yang kadung dibakar massa, polisi juga sudah melakukan pembenahan.

"Kita memang meredam semua pihak. Terutama keluarga korban yang disinyalir sudah terprovokasi. Kita juga minta semua pihak menahan diri demi ukhwa islamiah. Serahkan semua kepada polisi agar persoalan tidak melebar," katanya, Minggu (16/6/2019).

Rencananya, Alfian bersama Dandim 0820 Probolinggo Imam Wibowo akan mempertemukan kembali para pihak untuk memantapkan rekonsiliasi pada Rabu (19/6/2019).

"Saya akan ajak Habib Ali (kakak kandung Walikota Probolinggo red.) menemui para pihak. Intinya kita maksimalkan upaya perdamaian lah," ujarnya.

Terpisah, Habib Ali, menyambut baik rencana Kapolres Probolinggo AKBP Alfian. Menurutnya, langkah tersebut tidak berlebihan. Ia juga siap mendampingi kapolres menyejukkan suasana pasca insiden.

"Saya berharap banyak kepada pak kapolres. Situasi yang sudah kondusif semoga semakin sejuk. Warga Probolinggo nurut-nurut sama pemimpinnya. Tidak semua benar kalau ada suara menyebut Probolinggo, identik dengan cara kasar setiap menyelasaikan persoalan," kata pria jebolan sekolah tinggi di Negeri Yaman itu.

Untuk diketahui, penganiayaan hingga menewaskan M Fahrurozi Aminullah (24) warga Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terjadi di JL Raya Lumbang, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Dua orang tersangka masing-masing Syahriful Munir (18) warga Dusun Kapasan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dan Aik Fauzi Purnama Dani (20) warga Dusun Tombol, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.[beritajatim]

Komentar

x