Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 18:47 WIB

Pedagang di Bangli Bantah 'Palak' Turis Rp100 Ribu

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 15 Juni 2019 | 23:00 WIB
Pedagang di Bangli Bantah 'Palak' Turis Rp100 Ribu
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, Nyoman Widia Ningsih (35) dan Kadek Tirtawati (49), kedua pelaku pedagang yang 'palak' wisatawan di hutan Suter, Kintamani, Bangli membantah kalau memaksa para wisatawan membayar sebesar total dalam unggahan media sosial yang viral.

"Pelaku Widia mengaku pernah menjual sesajen (canang) namun pembayaran Rp 10 ribu tersebut include dengan gelang yang terbuat dari kayu cendana. Bahwa pada saat itu yang membeli gelang tersebut semua penumpang yang ada di dalam mobil berjumlah 6 orang dan dibayar sebanyak Rp 70 ribu," katanya di Bangli, Sabtu (15/6/2019).

Sulhadi mengatakan Widia juga membantah meminta uang senilai Rp 100 ribu per orang.

"Pelaku Widia menyebut berita yang tersebar di media sosial FB bahwa pelaku dibilang meminta bayaran penjualan sesajen Rp. 100.000/orang tidak benar adanya kecuali para sopir ataupun penumpang membeli pernak pernik lain yang dijual oleh pelaku," terang Sulhadi.

Sebagaimana diberitakan, kisah seorang penjual canang yang disebut melakukan 'pemalakan' terhadap seorang wisatawan di hutan Suter, Kintamani, Bangli, viral di media sosial.

Cerita pengakuan sang wisatawan diunggah akun Facebook Heru Doank, Rabu (12/6) lalu. Hingga saat ini postingan itu sudah dikomentari 5,5 ribu orang dan dibagikan 4,1 ribu kali.

Dalam postingan itu sang wisatawan mengeluhkan 'pemalakan' yang dilakukan ibu-ibu penjual canang ini. Bermodus melewati hutan angker, wisatawan tersebut diminta untuk membeli canang untuk ritual keselamatan. [fad]

Komentar

x