Find and Follow Us

Rabu, 17 Juli 2019 | 02:30 WIB

Ningsih Akui 'Paksa' Wisatawan Beli Canang

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 15 Juni 2019 | 10:27 WIB
Ningsih Akui 'Paksa' Wisatawan Beli Canang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bangli - Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap pedagang yang melakukan dugaan 'pemalakan' terhadap seorang wisatawan. Saat dimintai klarifikasi Jumat (14/6) kemarin, wanita pedagang itu mengakui perbuatannya.

"Klarifikasi dilakukan di rumah pelaku an Nyoman Widia Ningsih (34) di Banjar Surakarma, Desa Kintamani, Bangli. Dari hasil interogasi diperoleh keterangan memang benar pelaku telah memberhentikan para pengendara dengan paksa untuk membeli canang sari di alas Suter," kata Sulhadi.

Dia menambahkan selain Widia, ada juga Kadek Tirtawati (49) yang juga melakukan modus serupa. Keduanya membantah memaksa para wisatawan membayar Rp 100 ribu per orang.

"Klarifikasi kedua pelaku terhadap berita yang tersebar di media sosial FB bahwa pelaku dibilang meminta bayaran penjualan sesajen Rp 100 ribu/orang tidak benar adanya kecuali sopir atau penumpang membeli pernak-pernik lain yang dijual pelaku. Sama polisi dilakukan pembinaan dan dikasih surat teguran dari Satpol PP," jelas Sulhadi.

Sebagaimana diberitakan, kisah seorang penjual canang yang disebut melakukan 'pemalakan' terhadap seorang wisatawan di hutan Suter, Kintamani, Bangli, viral di media sosial.

Cerita pengakuan sang wisatawan diunggah akun Facebook Heru Doank, Rabu (12/6) lalu. Hingga saat ini postingan itu sudah dikomentari 5,5 ribu orang dan dibagikan 4,1 ribu kali.

Dalam postingan itu sang wisatawan mengeluhkan 'pemalakan' yang dilakukan ibu-ibu penjual canang ini. Bermodus melewati hutan angker, wisatawan tersebut diminta untuk membeli canang untuk ritual keselamatan. [rok]

Komentar

x