Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 16:00 WIB

KPK Bakal Jerat Koorporasi Di Kasus Bowo Sidik?

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 14 Juni 2019 | 18:23 WIB
KPK Bakal Jerat Koorporasi Di Kasus Bowo Sidik?
Jubir KPK, Febri Diansyah - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tak akan berhenti pada para tersangka dalam kasus dugaan suap atas kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Saat ini, ada tiga tersangka dan salah satu tersangka, Manajer Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti bakal segera disidang.

"Sejauh ini belum penyidikan untuk korporasinya karena kasus yang kami proses masih perorangan sifatnya. Tapi penyidik sudah mendalami peran sejumlah pihak di sana," kata Jubir KPK, Febri Diansyah dikonfirmasi awak media, Jumat, 14 Juni 2019.

Asty sendiri telah diagendakan menjalani sidang dakwaan pada Rabu, 19 Juni 2019 di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia diduga menyuap Legislator Golkar Bowo Sidiq Pangarso sekitar 158 ribu Dollar AS dan Rp 311 Juta, yang diberikan dalam beberapa tahap, sejak Mei 2018 hingga 27 Maret 2019.

Febri menjelaskan, peran sejumlah pihak yang dicurigai institusinya ikut bermain pada skandal tersebut, meliputi korporasi. Karenanya, tegas Febri, dalam persidangan tim Jaksa akan maksimal menggali hal tersebut.

"Nanti kita sama-sama simak di proses persidangan akan terlihat, apakah misalnya peran perkaranya tersebut cuma perorangan atau ada peran korporasi. Itu kan dua hal beda yang perlu kita cermati nanti di persidangan. Sekarang ini kan pelakunya (yang dijerat) masih dari perorangan, nanti kita lihat bagaimana perkembangannya," kata Febri.

Yang jelas, Febri menambahkan, lembaganya mencurigai Asty selaku Manajer Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia tidak bermain sendirian.

"Dari penyidikan yang kami lakukan tidak mungkin Asty memberikan uang atau diduga menyuap BSP (Bowo Sidiq Pangarso) hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Kami duga ada kepentingan di balik suap ini, untuk mendorong proses perjanjian antara PT HTK dengan PT Pilog," imbuh Febri. [adc]

Komentar

x