Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 04:58 WIB

Fahri: Saatnya Prabowo Ungkap Tim Mawar Merah

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Jumat, 14 Juni 2019 | 05:06 WIB
Fahri: Saatnya Prabowo Ungkap Tim Mawar Merah
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan saat ini Prabowo Subianto mempunyai kesempatan untuk menjelaskan tim mawar merah. Karena menurut dia, Prabowo sudah cukup lama diam atas apa yang dituduhkan selama kurang lebih 21 tahun.

"Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR Pak Prabowo," kata Fahri lewat instagramnya yang dikutip Kamis (13/6/2019).

Ia mengatakan kisah tim mawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) itu membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari Prabowo, padahal beliau figur yang penting dan menentukan perjalanan bangsa kedepan.

"Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar," ujarnya.

Kemudian, Fahri juga mengingatkan buat orang-orang yang dekat dengan Prabowo termasuk yang dianggap menjadi korban seperti Andi Arief, Pius, Desmon, dan lain-lain yang masih hidup dapat ikut memberi keterangan.

"Tapi, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo yang mendapat fitnah paling banyak. Menurut saya ini waktunya," jelas dia.

Karena, kata Fahri, jika terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu tentu beban bangsa ini makin banyak. Maka, adalah tugas mulia Prabowo untuk mengurangi beban bagi generasi yang akan datang.

"Biar sejarah kita lebih bersih. Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa," katanya.

Bahkan, Fahri mengaku apabila menjadi Prabowo akan menceritakan semua yang terjadi termasuk menyebut nama-nama yang ada harus dijelaskan. Sehingga, biarkan masyarakat yang menilai, tidak peduli ada pengadilan baru. Karena, yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah dikatakan.

"Saya mendengar, berkali buku pak Prabowo mau diterbitkan tetapi tidak jadi. Beliau menganggap 'dia telan semua salah lembaga'. Menurut saya itu tidak fair. Bukan saja untuk pak Prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang," tandasnya.[ris]

Komentar

x