Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 13:04 WIB

Ulama Garut Imbau Warga Tak Datangi Sidang MK

Oleh : Aris Danu | Rabu, 12 Juni 2019 | 22:32 WIB
Ulama Garut Imbau Warga Tak Datangi Sidang MK
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut KH Sirojul Munir - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kalangan ulama di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengimbau masyarakat setempat untuk tidak pergi ke sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi yang digelar mulai Jumat (14/6/2019).

"Kami tetap mengimbau kepada masyarakat Garut itu tidak boleh ada yang berangkat. Buat apa berangkat? Ke sana tidak ada pengaruh apa-apa. Apalagi berangkat untuk melakukan tindakan yang radikal, anarkis, itu menurut saya haram," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut KH Sirojul Munir kepada wartawan di Kantor Badan Koordinasi Pemerintah dan Pembangunan, Garut, Rabu (12/6/2019).

Munir menambahkan, masyarakat harus percaya terhadap independensi Mahkamah Konstitusi dalam menyelesaikan sengketa hasil Pilpres 2019.

"Kami MUI dan masyarakat Garut Insya Allah akan percaya terhadap Independensi para hakim di MK dalam hal menangani kasus pemilu ini," ujar Munir.

Lebih lanjut Munir mengatakan, Idul Fitri yang baru saja berlangsung menjadi momentum untuk kembali merajut persatuan dan kesatuan. Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing informasi hoaks dan menyesatkan.

"Sudah kami sampaikan di media, kemudian turun ke wilayah kita sampaikan lewat pengajian. Bahkan khutbah juga kami sampaikan agar semua legowo menerima siapa pun pemenangnya," papar Munir.

Sebelumnya, dalam pidatonya di Jakarta Prabowo Subianto juga meminta agar para pendukungnya tidak perlu datang ke MK saat sidang sengketa. Hal itu untuk mengindari provokasi dan fitnah.

"Saudara-saudara sekalian, kami memutuskan menyerahkan melalui jalur hukum dan jalur konstitusi. Karena itu, saya dan Saudara Sandiaga Uno memohon pendukung-pendukung kami, tidak perlu untuk berbondong-bondong hadir di lingkungan MK pada hari-hari yang mendatang," kata Prabowo. [ton]

Komentar

x