Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 13:34 WIB

BMKG: Awas! Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

Oleh : Aris Danu | Kamis, 13 Juni 2019 | 01:11 WIB
BMKG: Awas! Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyampikan informasi perihal potensi gelombang tinggi yang akan melanda sejumlah perairan Indonesia hingga Jumat (14/6/2019).

BMKG memprediksi gelombang tertinggi berkisar antara 4 hingga 6 meter (sangat tinggi). Gelombang ini dapat terjadi di Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan P. Jawa hingga Lombok, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

"Peningkatan gelombang tinggi ini diakibatkan oleh pola sirkulasi di utara Laut Halmahera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya berembus dari timur - tenggara dengan kecepatan 4 - 15 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya berembus dari timur - tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot," begitu isi siaran pers BMKG, seperti dikutip dari website Sekretariat Kabinet, Rabu (12/6/2019).

BMKG menyatakan pada periode tersebut, kecepatan angin tertinggi terpantau akan melanda Perairan P. Enggano hingga selatan Jawa, P. Sawu - P. Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, Perairan selatan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso - Merauke.

Kecepatan angin yang tinggi akan mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (sedang) di antaranya adalah Perairan Timur P. Simeulue, Perairan Timur Kep. Mentawai, Selat Sape bagian selatan - Selat Sumba, Laut Sawu - Selat Ombai, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang - Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kep. Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Bau Bau - Wakatobi, Perairan Manui - Kendari, Perairan Selatan P. Buru - Seram, Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Sementara itu, wilayah perairan Indonesia yang berpeluang mengalami gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter (tinggi), antaranya Perairan Enggano - Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Sumbawa, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sumba - P. Sawu - P. Rotte, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kep. Wakatobi, serta Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar.

BMKG mengimbau pada masyarakat terutama nelayan untuk memperhatikan keselamatan pelayaran.

Moda transportasi yang beresiko di antaranya adalah perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). [ton]

Komentar

x