Find and Follow Us

Senin, 19 Agustus 2019 | 22:16 WIB

Kivlan Janjikan Liburan untuk Eksekutor Pembunuhan

Rabu, 12 Juni 2019 | 08:13 WIB
Kivlan Janjikan Liburan untuk Eksekutor Pembunuhan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Fakta menarik terungkap dari terbongkarnya rencana aksi rusuh 22 Mei 2019 yang dibeberkan kepolisian di Kantor Kemenko Polhujam, Selasa (11/6/2019).

Di Kantor Kemenko Polhukam, Polri memutar video pengakuan IR, salah satu tersangka kasus perencanaan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

Dalam video yang diputar itu, IR mengaku diperintah oleh Kivlan Zen untuk mencari eksekutor pembunuhan kepada Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Perintah mencari eksekutor diawali ketika IR mendapat telepon dari seseorang bernama Armi pada 18 April 2019. Armi meminta IR menemui Kivlan di Pondok Indah, 19 April 2019.

Sehari berselang, IR pergi ke Pondok Indah. Dia menuju lokasi ditemani temannya bernama Yusuf dengan mengendarai sebuah mobil.

Sesampainya di lokasi, IR menunggu beberapa saat hingga Armi tiba. Beberapa saat kemudian, menyusul Kivlan tiba dengan menumpangi sebuah mobil yang dikendarai sopirnya. "Enggak lama kemudian, datang Pak Kivlan," kata IR dalam video yang diputar, Selasa ini.

Sesampainya di lokasi, Kivlan segera melaksanakan Salat Asar. Selesai salat, Kivlan menggelar pembicaraan dengan IR di dalam mobil yang ditumpanginya.

Saat berbicara di dalam mobil, Kivlan meminta IR mengintai sebuah alamat. Belakangan diketahui rumah tersebut milik Yunarto Wijaya. Lantas dia mengelurkan ponsel dan menunjukkan foto Yunarto Wijaya.

Atas tugas mengintai itu, Kivlan memberikan uang sebesar Rp 5 juta. "Pak Kivlan berkata kepada saya, coba kamu cek alamat ini, Cisanggiri III. Nanti kamu foto dan videokan. Siap, saya bilang," ucap IR.

Sebelum pembicaraan berakhir, Kivlan lantas meminta kepada IR mencari eksekutor pembunuhan. "Pak Kivlan bilang, kalau ada yang bisa eksekusi, saya jamin anak istrinya dan bisa liburan ke mana pun," ungkap dia.

Keesokan harinya, IR melaksanakan perintah Kivlan untuk mengintai rumah Yunarto. Ditemani Yusuf, dia sampai di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.

Dia memotret dan merekam area rumah Yunarto. Hasil pengintaian, dia kirim ke Armi untuk kemudian dilanjutkan ke Kivlan.

Namun, rencana pembunuhan kepada empat pejabat negara dan seorang petinggi lembaga survei terendus kepolisian. IR diciduk polisi pada 21 Mei 2019.

Komentar

Embed Widget
x