Find and Follow Us

Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:31 WIB

KPK Minta Sjamsul Nursalim Serahkan Diri

Rabu, 12 Juni 2019 | 06:27 WIB
KPK Minta Sjamsul Nursalim Serahkan Diri
Sjamsul Nursalim - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pemegang saham BDNI Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim untuk menyerahkan diri.

Pasangan suami istri tersebut saat ini telah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

"Kami menyarankan agar SJN (Sjamsul Nursalim) dan ITN (Itjih Nursalim) menyerahkan diri ke KPK karena saat ini status mereka sudah sebagai tersangka dalam penyidikan perkara korupsi yang dilakukan KPK," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (11/6/2019).

Dengan menyerahkan diri atau memenuhi panggilan penyidik, Sjamsul dan Itjih dapat membela diri dalam kasus korupsi yang menjerat mereka. KPK akan menghargai sikap koperatif tersebut.

"Hal itu tentu akan dihargai jika tersangka bersikap koperatif," katanya.

Selama proses penyelidikan kasus BLBI, Sjamsul Nursalim tidak pernah memenuhi panggilan permintaan keterangan yang dilayangkan KPK. Tercatat, KPK telah tiga kali melayangkan surat panggilan baik ke alamat rumah maupun perusahaan yang terafiliasi dengan Sjamsul dan Itjih di Indonesia dan Singapura.

Padahal, permintaan keterangan tersebut merupakan kesempatan bagi Sjamsul dan Itjih untuk mengklarifikasi atau membantah keterlibatan mereka di kasus megakorupsi ini.

"KPK justru telah memberikan ruang yang cukup sejak tahap penyelidikan pada SJN dan ITN untuk menyampaikan keberatan atau Informasi bantahan terhadap proses yang dilakukan KPK, namun hal tersebut tidak pernah digunakan," katanya.

Diketahui, KPK telah menetapkan Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI.

Penetapan ini merupakan pengembangan dari perkara mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung yang telah dijatuhi hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding. Dalam kasus ini, Sjamsul dan Itjih diduga diperkaya atau diuntungkan sebesar Rp 4,58 triliun dari penerbitan SKL BLBI.

Komentar

x