Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:13 WIB

Kuli Bangunan Jual Sabu Dikemas Deodoran

Senin, 10 Juni 2019 | 20:42 WIB
Kuli Bangunan Jual Sabu Dikemas Deodoran
(beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Ismail, pria kelahiran 44 tahun silam ini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya sebagai terdakwa dalam perkara narkoba.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan ini, rela menjadi kurir dalam jual beli narkotika jenis sabu lantaran tergiur dengan upah yang dijanjikan oleh Mujib (DPO), yakni sebesar Rp 500 ribu setiap pengiriman.

Kini terdakwa menjalani sidang diruang Garuda 2 PN Surabaya dengan Ketua Majelis Hakim Ahmad Virza sedangkan terdakwa di dampingi Patni Ladirto Palondo.SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LACAK.

Dalam persidangan yang beragendakan keterangan saksi ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Fadhil menghadirkan saksi untuk di mintai keterangannya.

Di jelaskan oleh saksi kronologi kejadian perkara ini, bermula dari pertemuan antara terdakwa Ismail dengan Mujib (DPO) dengan maksud terdakwa diminta oleh Mujib (DPO) untuk mengantarkan barang berupa narkotika jenis shabu kepada seseorang yang biasa dipanggil Kacong (DPO) dengan janji akan diberi imbalan sebesar Rp 500 ribu.

Setelah ada kesepakatan antara terdakwa dengan Mujib (DPO), selanjutnya pada hari Senin 25 Pebruari 2019 sekira pukul 18.00 wib terdakwa dihubungi Kacong (DPO) melalui telepon, terdakwa diminta mengambil sabu yang dimasukkan ke dalam botol REXONA yang telah di letakkan dibawa pohon di kawasan Kampung Seng Surabaya.

Kemudian, setelah mengambil barang tersebut terdakwa kembali pulang ke rumahnya dijalan Krembangan Jaya Utara 6 Surabaya, namun sialnya saat terdakwa baru memasuki jalan Kermbangan Jaya Utara VI terdakwa keburu ditangkap oleh Anggota Kepolisian Sektor Tenggilis Mejoyo Surabaya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapatkan barang bukti berupa satu buah botol REXONA yang didalamnya terdapat satu bungkus plastik klip berisi sabu seberat netto 5,951 gram, yang disimpan disaku celana sebelah kanan yang dikenakan terdakwa, uang tunai sebesar Rp 500 ribu serta (1) satu unit HP merk Samsung.

Ketika di interogasi, terdakwa mengaku jika barang tersebut adalah milik Mujib (DPO) yang baru saja didapat dari Kacong (DPO) sedanglan uang tunai sebesar Rp 500 ribu tersebut diakui oleh terdakwa jika uang tersebut merupakan upah dari pengiriman barang tersebut.

Dari semua keterangan saksi tersebut dibenarkan oleh terdakwa sehingga terdakwa dijerat pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. [beritajatim]

Komentar

x