Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 16:53 WIB

Diduga Jenazah ABK KM Lintas Timur Dievakuasi

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 8 Juni 2019 | 20:34 WIB
Diduga Jenazah ABK KM Lintas Timur Dievakuasi
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Basarnas Palu, Basrano mengatakan satu jenazah tanpa identitas yang diduga salah seorang ABK kapal pengangkut semen KM Lintas Timur yang tenggelam di perairan Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng) ditemukan.

Meski demikian, tim basarnas masih melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan itu. Untuk itu, ia belum bisa memastikan apakah jenazah tersebut memang korban karamnya KM Lintas Timur.

"Memang betul itu ditemukan (jenazah) benar adanya, cuman apakah dia kru, penumpang, atau petugas lainnya KM Lintas Timur itu akan dilakukan identifikasi lebih lanjut baik forensik, DVI, dan bersama pihak keluarga," katanya saat dimintai konfirmasi, Sabtu (8/6/2019).

Ia menjelaskan, jenazah itu pertama kali ditemukan seorang nelayan di arah timur laut 7 mil dari Desa Bolubung, Kecamatan Bulagi Utara, Banggai Kepulauan, sekitar pukul 08.00 Wita pagi tadi. Warga pun mengevakuasi jenazah ke bibir pantai.

"Yang temukan teman kita keluarga kita nelayan di Banggai Kepulauan. Mereka melapor ke kepala desa diteruskan ke kami lalu ditindaklanjuti ternyata benar ada temuan korban," bebernya.

Ia menyatakan, dari pengakuan nelayan, saat ditemukan, korban masih terombang-ambing di tengah laut dengan menggunakan pelampung.

"Betul pakai life jacket apakah dia kru tersebut apa bukan masih belum jelas karena yang punya life jacket banyak. Namun ini masih dugaan (korban KM Lintas Timur)," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, KM Lintas Timur diinformasikan hilang kontak di Selat Taliabo, Maluku Utara. Kapal itu membawa 20 orang dan berangkat dari Bitung, Sulut, menuju Morowali, Sulteng.

Kapal tersebut dinakhodai Kapten Kapal Martinus Matitaputi. Kapal pengangkut semen itu berangkat pada Sabtu (1/6) pukul 14.00 Wita. Dalam perjalanan, mesin kapal rusak sehingga kapten kapal mencari pelabuhan terdekat guna memperbaiki mesin.

"Setelah mesin kapal diperbaiki, KM Lintas Timur melanjutkan pelayaran. Dalam perjalanan, mesin kapal kembali rusak dan semua sistem kapal tidak berfungsi. Tingginya gelombang dan cuaca buruk membuat kapal oleng dan tidak bisa dikendalikan," tutur Kepala Kantor SAR Palu Basrano, Rabu (5/6/2019).

Dari kecelakaan laut tersebut, satu orang anak buah kapal (ABK) selamat terapung di lautan selama empat hari, sementara 17 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR. [hpy]

Komentar

x