Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 07:18 WIB

Klaim Ditawari Menteri, Gerindra Tetap Oposisi

Kamis, 6 Juni 2019 | 15:32 WIB
Klaim Ditawari Menteri, Gerindra Tetap Oposisi
Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid mengatakan pihaknya akan memilih memilih tetap menjadi oposisi meski mengaku pernah ditawari kursi menteri oleh capres petahana Joko Widodo (Jokowi). .

"Akan lebih manfaat bagi rakyat bangsa dan negara jika Gerindra ambil posisi oposisi. Dan so far sikap Prabowo Subianto dan mayoritas di Gerindra, kami tetap akan jadi oposisi," katanya di Jakarta, Kamis (6/6/2019).

Menurutnya, check and balance dalam menjalankan roda pemerintahan sangatlah penting. Setiap pemerintahan, diperlukan oposisi untuk mengkritik kebijakan yang dirasa tidak berpihak pada rakyat.

"Dalam berbangsa khususnya bernegara perlu ada check anda balance agar keadilan, penegakan hukum, demokrasi, pembamgunan dan lain-lain berjalan seimbang dan efektif. Dan Pak Prabowo atau Gerindra tidak hanya melihat kepentingan Gerindra tapi kepentingan bangsa dan negara," tuturnya.

Kendati demikian, Sodik mengatakan sikap resmi partainya akan diputuskan dalam rapat. Namun, hingga saat ini mayoritas kader Gerindra enggan bergabung dengan pemerintah. Apalagi, saat ini Gerindra masih berjuang di Mahkamah Konstitusi terkait gugatan pilpresnya.

"Keputusan akhir akan diputuskan setelah Ketua Umum Grerindra mengadakan rapat dengan Dewan pembina Dewan Pakar dan Dewan Pengurus DPP Gerindra," kata Sodik.

Sebagaimana diberitakan, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengklaim sempat mendengar adanya tawaran yang oleh Jokowi. Jokowi, bahkan menawarkan kursi menteri kepada Partai Gerindra.

"Bahkan kita juga mendengar dari berbagai pihak, Pak Jokowi juga ingin mengajak Gerindra bergabung dalam pemerintahnya, dan juga menawarkan berapa kursi menteri. Itu yang pernah kita dengar, dan bahkan saya mendengar tawaran itu sendiri dari berbagai tokoh di pihak Pak Jokowi. Tapi sekali lagi itu hak mereka ingin berharap seperti apa," tuturnya. [adc]

Komentar

x