Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:16 WIB

PDIP Berangkatkan 1.142 Pemudik Ke Surabaya

Minggu, 2 Juni 2019 | 10:16 WIB
PDIP Berangkatkan 1.142 Pemudik Ke Surabaya
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melepas rombongan pertama berjumlah total 742 orang pemudik menuju tujuan akhir Surabaya, Jawa Timur, di 10 gerbang KA Bangunkarta Lebaran.

Pemberangkatan dilakukan dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2019) pagi. Hasto ditemani jajaran petinggi partai seperti Ketua DPP PDIP Nusyirwan Soejono, Wiryanti Sukamdani, dan Mindo Sianipar. Hadir juga Kepala Sekretariat DPP PDIP Irvansyah dan Sekjen Baitul Muslimin Indonesia Nasyirul Falah Amru.

Menurut Hasto, mudik gratis dengan moda kereta api sudah disediakan oleh partainya dalam lima tahun terakhir. Untuk tahun ini, secara total ada 1142 penumpang yang diberangkatkan dengan dua kereta pada hari ini.

Setelah KA Bangunkarta pagi ini, malam nanti 400 penumpang akan diberangkatkan dengan kereta bertujuan akhir kota Semarang, Jawa Tengah.

"Ini yang kita berangkatkan naik kereta. Sisanya kita akan berangkatkan via bus pada siang nanti," kata Hasto kepada wartawan.

Sebelum memberangkatkan, Hasto sempat ke 10 gerbong kereta yang diisi pemudik gratis PDIP. Menyapa, menyalami, hingga memastikan setiap penumpang mendapatkan bekal untuk berbuka puasa yang sudah disiapkan.

Beberapa penumpang sempat meminta agar berfoto bersama, termasuk pasangan orang tua yang dilayani Hasto dengan baik.

Hasto juga menjadikan momentum itu untuk sekalian mengecek kesiapan serta pelaksanaan kerja petugas Stasiun Pasar Senen dalam mudik Lebaran tahun ini.

Hasilnya, Hasto menilai pelaksanaan layanan transportasi di era pemerintahan Jokowi menjadi jauh semakin baik. Selain keberangkatan yang tepat waktu, stasiun terlihat sangat bersih dan melaksanakan aturan 'dilarang merokok' yang tegas.

Bahkan rombongan mudik gratis juga merasakan kedisplinan baik ala layanan transportasi kereta api saat ini. Diceritakan Hasto, ada belasan penumpang yang datang dengan data berbeda di karcis dengan kartu tanda pengenal. Dan sesuai aturan, penumpang demikian tak diangkut.

"Ini menunjukkan bahwa dengan disiplin dengan penerapan peraturan yang diimplementasikan tanpa pandang bulu akan mendorong seluruh warga untuk berdisiplin," kata Hasto.

"Kami mendukung karena ini untuk membangun budaya disiplin bahwa ke depan siapapun yang berangkat tiketnya itu harus sesuai dengan nama dan KTP ketika mendaftar," tambahnya.

Hasto dan jajarannya pun lalu melambaikan tangan kepada para penumpang saat kereta perlahan berangkat dari Stasiun Pasar Senen. [rok]

Komentar

Embed Widget
x