Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 21:11 WIB

Kivlan Bantah Ada Senjata Bekas Hasil Rampasan

Jumat, 31 Mei 2019 | 09:01 WIB
Kivlan Bantah Ada Senjata Bekas Hasil Rampasan
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Pangkostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen membantah tuduhan senjata yang dituduhkan kepadanya merupakan hasil rampasan perang.

Lewat kuasa hukumnya, Kivlan membantah senjata yang dimiliki Azwarmi alias Armi tidak berkaitan dengan Kivlan Zen. Sehingga mantan purnawirawan itu tidak bersalah terhadap kepemilikan senjata tersebut.

"Nggak, senjata rampasan perang model lama, tidak ada. Saya luruskan dulu ya, itu kepemilikan senjata bukan Pak Kivlan dari tersangka si supir. Jadi Pak Kivlan tidak ketersangkutan dengan senjata" kata Burhanudin kepada wartawan, Kamis (30/5/2019).

Kivlan Zen memang diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Usai diperiksa, Kivlan Zen pun ditahan di Rutan Guntur Pom Jaya.

Tuduhan soal senjata bekas rampasan muncul dari pernyataan Menhan Ryamizard Ryacudu. Ryamizard menyebut status senjata dikuasai Kivlan dan eks Danjen Mayjen (Purn) Soenarko diduga hasil rampasan zaman mereka aktif di TNI.

"Katanya ada yang menggunakan senjata tapi itu bukan senjata dari luar negeri. Kalau saya lihat, saya yakin itu karena prajurit-prajurit ini sudah pengalaman. Soenarko itu bawah saya setahun-dua tahun. Dia tahu kalau dia punya senapan, merampas dia, hasil rampasan di Aceh, Papua, Timtim," ujar Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan Kamis (30/5/2019).

Komentar

x