Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 21:22 WIB

Gerindra Harap SBY Setop Timang AHY

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 30 Mei 2019 | 06:03 WIB
Gerindra Harap SBY Setop Timang AHY
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono mengatakan gaya Ketua Umum partai Demokrat yang dianggapnya kerap berharap simpati dari msyarakat, bukannlah gaya berpolitik yang mencerdaskan.

"Biasalah SBY gayanya kayak gitu seakan akan kayak dizolimi sama masyarakat. Udah lagu lama dan basi juga engga laku lagi untuk dapet simpati masyarakat Indonesia.


Jadi engga perlu curhatan-curhatan yang tidak memberikan efek pencerdasan bagi masyarakat," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (29/5/2019).

Ia menyatakan, cercaan atau bullyan yang diakui SBY mulai diterimanya pasca pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Joko Widodo, bisa dilawan dengan pembuktian AHY.

"Tinggal pembullian itu dilawan aja dengan pembuktian dari AHY. Jadi jangan AHY itu ditimang timang terus. Biarkan AHY belajar jadi bocah angon," katanya.


"Kalau Pak Yudhoyono sikapnya kayak gitu terus maka yakinlah AHY engga akan jadi apa-apa di masa depan dan tidak pernah akan bisa mandiri dari pengaruh Pak Yudhoyono," sambungnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x