Find and Follow Us

Jumat, 19 Juli 2019 | 18:46 WIB

SBY Mengaku 'Dibully'

Poyuwono: Gak Perlu Melankolis Pak Yudhoyono

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 30 Mei 2019 | 05:04 WIB
Poyuwono: Gak Perlu Melankolis Pak Yudhoyono
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuwono mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berasa ingin dikasihi saat merespon cercaan atau bullyan pasca peretmuan AHY-Jokowi.

"Gara gara AHY ketemu kangmas Joko Widodo, Pak Yudhoyono curhat katanya AHY dibully dan sudah tahu pihak mana yang dibully.

Wong dibully aja kok kayak pingin dikasihi sih pak Yudhoyono ini," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (29/5/2019).

Ia pun meminta agar SBY tidak terbawa perasaan dan jadi melankolis menyikapi bully tersebut. Karena apa yang terjadi sekarang justru akan membuat AHY jadi semakin kuat dalam berpolitik.

"Jadi engga perlu termelankolis lah pak Yudhoyono padahal pembullyan AHY itu untuk AHY jadi kuat dalam berpolitik
," imbaunya
.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x