Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:08 WIB

Pertemuan AHY-Jokowi Pertegas Posisi Demokrat?

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 30 Mei 2019 | 04:05 WIB
Pertemuan AHY-Jokowi Pertegas Posisi Demokrat?
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Joko Widodo adalah sebuah langkah politik yang memang bisa berujung pro dan kontra.

"Sikap politik, yang jelas selalu mengundang pro-kontra. Itu sebab banyak politisi yang cari jalan aman, dengan tidak memperjelas posisi politiknya," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (29/5/2019).

Ia juga menilai, pertemuan AHY-Jokowi itu jelas dianggap atas instruksi atau persetujuan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai KEtua Umum Demokrat. Untuk itu tak salah jika persepsi orang akan semakin tegas bahwa posisi politik Partai Demokrat semakin terlihat.

"Nah, begitu sikap Demokrat menjadi jelas, maka kawan yang merasa ditinggalkan akan membullynya. Yang penting, dalam menyampaikan kritik, tetap memiliki etika dan kesantunan. Ejekan yang berlebihan akan mengganggu stabilitas emosional para pelaku politik," ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x