Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:05 WIB

PDIP: 'Bully' Untuk SBY tak Perlu Dibesarkan

Oleh : Happy Karundeng | Kamis, 30 Mei 2019 | 03:04 WIB
PDIP: 'Bully' Untuk SBY tak Perlu Dibesarkan
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan cercaan atau praktek bully dengan kata-kata belakangan memang kerap terjadi di ini maya. Ini dianggap sebagai sesuatu yang jamak

"Di medsos, bully membully (insiden perundungan, red) jamak terjadi," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (29/5/2019).

Menurutnya, apa yang terjadi pada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Joko Widodo, juga sering terjadi ke tokoh-tokoh lain.

"Jadi yang terjadi pada Pak SBY juga sering terjadi pada tokoh yang lain. Tidak perlu dibesar-besarkan," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]


Komentar

x