Find and Follow Us

Selasa, 16 Juli 2019 | 14:20 WIB

Jokdri Perintahkan Staff Ambil Berkas di Kantornya

Rabu, 29 Mei 2019 | 08:19 WIB
Jokdri Perintahkan Staff Ambil Berkas di Kantornya
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Staf mantan Ketua PSSI Joko Driyono (Jokdri), Mus Mulyadi dan Muhammad Mardani Morgot mengaku diperintah Jokdri untuk mengamankan semua dokumen di kantor PT Liga Indonesia, setelah kantornya disegel oleh polisi.

"Tanggal 31 malam, saya dapat telepon dari Pak Joko, 'Dan, kamu masih bisa masuk nggak dari pintu belakang ruangan saya?'" papar Mardani saat bersaksi untuk Joko Driyono di PN Jaksel, Selasa (28/5/2019).

Ia mengakui, bahwa Jokdri memintanya mengambil semua dokumen yang ada di ruangan Jokdri pada tanggal 31 Januari malam. Keduanya masuk dengan akses khusus ke ruangan Jokdri pasalnya Polisi sudah memasang garis polisi pada 31 Januari malam di pintu lobi dan pintu belakang kantor PT Liga Indonesia.

"Amankan semua dokumen kecuali buku dan majalah. Yang dimaksud itu kertas," kata Mardani menirukan perintah Jokdri.

Meski demikian ia mengaku, Jokdri memintanya mengambil semua dokumen tanpa meminta spesifik terkait kasus apa. Selain itu, Jokdri juga memintanya mengambil DVR CCTV.

"Bapak telepon lagi, dia bilang, 'Dan, sekalian ambil CCTV.' Dokumennya diambil dua tas. Dokumen sendiri, lalu DVR berdua," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan staf Mus Mulyadi, juga datang pada pukul 2 tengah malam pada 1 Januari itu. Kemudian ia diminta mencopot DVR CCTV.

"Mus Mulyadi datang jam 2. Yang mencopot DVR-nya Pak Mus," sambungnya.

Selanjutnya, oleh Mardani, barang bukti berupa laptop dan DVR CCTV dibawa ke mobil Jokdri. Mardani sempat diminta memindahkan barang bukti dari mobil Jokdri. Akhirnya Mardani memindahkan barang bukti itu ke mobil rekannya, Erwin.

"Pas setelah salat Jumat itu, nelepon, 'Dan, barang di mana?' Intinya, kata Bapak, itu barang jangan ada di mobil. Saya pikir mau taruh di mana. Saya inget mobilnya Erwin. Saya keluarin barang Bapak. Dia langsung jawab sih, dia bilang, 'Oke, Bang'," sambungnya.

Sementara itu, menurutnya, pada Jumat (1/2) dini hari, dokumen yang diambil dari ruangan Jokdri masih ada. Ia menyebut kertas yang dihancurkan dilakukan oleh staf office boy, Salim. Salim sendiri mengaku diperintah dari mantan staf Keuangan PT Liga Indonesia, Subekti.

"Masih ada berkas yang belum terpotong (pada Jumat malam)," ungkap Mardani.

Komentar

x