Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 21:49 WIB

(Pasca Pertemuan AHY-Jokowi)

PKS Sarankan SBY Santai Saat 'Dibully'

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 29 Mei 2019 | 08:01 WIB
PKS Sarankan SBY Santai Saat 'Dibully'
Politikus PKS Nasir Djamil - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS Nasir Djamil menilai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebaiknya tidak memusingkan cercaan atau bully yang ditermanya pasca pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Joko Widodo.

"Saran saya SBY santai aja dan nikmati aja apa yang dialaminya. Sebab mereka pendukung SBY berkeinginan agar SBY dan Demokrat tetap bersama koalisi, baik dalam keadaan senang dan susah," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (28/5/2019).

Ia menjelaskan, dalam dunia politik langkah itu memang dapat dimaklumi. Itu adalah sebuah langkah komunikasi politik. Hanya saja waktu yang dirasa kurang tepat pasalnya tahapan Pilpres belum sepenuhnya selesai.

"Memang dalam politik semua tindakan bisa dimaklumi sebagai sebuah upaya membangun komunikasi. Tapi selagi tahapan pilpres belum selesai, sebaiknya pimpinan partai koalisi 02 menahan diri dari potensi mendapat kecaman dari publik," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x