Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 14:55 WIB

PKS: Koalisi Adil Makmur tak Pernah 'Bully' SBY

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 29 Mei 2019 | 06:03 WIB
PKS: Koalisi Adil Makmur tak Pernah 'Bully' SBY
Politikus PKS Mardani Ali Sera - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS Mardani Ali Sera mengaku yakin bully atau cercaan yang diakui diterima oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak datang dari Koalisi Adil Makmur Pendukung Calon Presiden Prabowo Subianto.

"Tapi saya pribadi tidak yakin bully an itu datang dari pimpinan Partai Koalisi Adil Makmur. Koalisi Adil Makmur dari awal dibangun dengan pondasi saling menghargai otoritas internal tiap partai," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (28/5/2019).

Ia menilai budaya bully memang bukan budaya seyang sehat. Ada baiknya jika memang ada yang tidak suka pertemuan antara AHY dan Jokowi disampaikan lewat pertemuan atau diskursus publik.

"Budaya bully bukan budaya sehat. Lbh baik budaya saling mengemukakan pendapat dan diskursus publik. Ada kecerdasan disana. Saya doakan Pak SBY dan AHY selalu kokoh dalam mengawal proses demokrasi walau kadang harganya memang membuat tidak nyaman," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x