Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 19:31 WIB

PKS Nilai Pertemuan AHY-Jokowi Adalah Jamak

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 29 Mei 2019 | 05:04 WIB
PKS Nilai Pertemuan AHY-Jokowi Adalah Jamak
Politikus PKS Mardani Ali Sera - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus PKS Mardani Ali Sera menilai masyarakat seharusnya sudah mengerti bahwa pertemuan yang dilakukan Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) bersama Joko Widodo adalah sesuatu yang jamak dalam dunia politik.

"Pertama, komunikasi politik dlm iklim kompetisi demokrasi adalah sebuah keniscayaan. Dalam kondisi normal pertemuan pimpinan parpol sesudah pemilu jamak terjadi. Baik yang satu kubu atau berseberangan kubu," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (28/5/2019).

Hanya saja memang momentum pertemuan AHY dan Jokowi tersebut dilakukan masih dalam momentum Pilpres yang hanya diikuti oleh dua kandidat.

"Tapi karena Pilpres karena ini hanya diikuti dua pasang calon dan masih ada proses yang sedang ditempuh kubu 02. Banyak pihak pendukung 02 masih merasa belum saatnya pertemuan itu terjadi. Proses belum selesai," ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x