Find and Follow Us

Minggu, 21 Juli 2019 | 21:19 WIB

Gerindra Tegaskan Elit 02 tak Pernah Bully SBY

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 29 Mei 2019 | 04:05 WIB
Gerindra Tegaskan Elit 02 tak Pernah Bully SBY
Politikus Partai Gerindra Mohammad Nizar Zahro - (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Mohammad Nizar Zahro menyatakan 'bully' yang diterma Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pasca peretmuan Agus Harimurthi Yudhoyono bersama Joko Widodo, tidak dilakukan elit pendukung Prabowo Subianto.

"Yang jelas, kalau dari elit 02 tidak akan melalukan itu dan kami prihatin juga kalau benar ada praktek bully," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (28/5/2019).

Terkait pertemuan AHY bersama Jokowi sendiri, ia mengaku pihaknya sangat menghargai lagnkah politik tersebut. Menurutnya, itu adalah hak politik dari AHY.

"
Soal pertemuan tentu kita akan selalu menghargai. Itu hak politik Pak AHY untuk ketemu Jokowi. Hanya saja memang perlu ada etika-etika politik yang perlu dijaga oleh semua pihak termasuk Gerindra,"
ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x