Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 21:32 WIB

Gerindra Duga SBY 'Dibully' oleh Pihak Ketiga

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 29 Mei 2019 | 03:06 WIB
Gerindra Duga SBY 'Dibully' oleh Pihak Ketiga
Politikus Partai Gerindra Muhammad Nizar Zahro - (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Muhammad Nizar Zahro ikut mengomentari pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengaku 'dibully' usai pertemuan Agus Harimurthi Yudhoyono bersama Joko Widodo.

Menurutnya bully belakangan memang jadi salah satu fenomena di dunia maya. Namun sulit dipstikan bully untuk SBY dilakukan oleh siapa.

"Fenomena medsos saat ini tidak terkendali. Bahkan susah untuk memastikan apakah bully yang terjadi itu datang dari pendukung 02 atau justru datang dari kosong 01," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (28/5/2019).

Ia menyatakan, tidak ada satu orangpun yang bisa memastikan apakah bully atau cercaan yang diterima SBY itu datang dari kubu pendukung calon presiden Prabowo atau Jokowi.

"Siapa yang bisa memastikan?

Politik penuh dengan ketidak pastian. Bisa saja malah datang dari pihak ketiga yang tidak ingin Indonesia damai. Itu yang perlu diperhatikan dan dipahami," ulasnya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu terbawa perasaan alias 'baper' dalam menyikapi cercaan masyarakat.

Hal ini terkait pernyataan SBY yang menyebut ada pihak yang menyerangnya setelah Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo. Menurut Fadli, tidak semua orang bisa menyukai setiap langkah politisi.

"Setiap politisi apapun yang dilakukan pasti ada kelompok yang suka ada kelompok yang tidak suka. Jadi enggak usah baper kalau di-bully," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (28/5/2019).

Diketahui, sebelumhya SBY sempat menceritakan bahwa dirinya, AHY, dan Demokrat dicerca berbagai pihak terkait pertemuan antara AHY dengan Jokowi.

"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu," ujar SBY.

Dalam pertemuan itu, kata SBY, putranya tidak mewakili langsung Partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo. Menurutnya, AHY tidak membicarakan kursi di pemerintahan maupun silang pendapat di KPU.

"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal. Di situ perbedaan kita dengan pihak tertentu itu," ujar SBY.

Cerita itu disampaikan SBY lewat sebuah video yang diputar dalam acara buka puasa bersama pengurus Demokrat di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5).

Diketahui, Jokowi dan AHY mengadakan pertemuan di Istana Bogor, Rabu (22/5). Pertemuan tersebut merupakan yang kedua kalinya usai pemungutan suara Pemilu 2019 dilakukan pada 17 April lalu. [hpy]

Komentar

x