Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 16:54 WIB

Polisi Akui Sudah Ingatkan Mustofa Nahra

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 28 Mei 2019 | 16:43 WIB
Polisi Akui Sudah Ingatkan Mustofa Nahra
Mustofa Nahra

INILAHCOM, Jakarta - Anggota BPN Prabowo-Sandi, Mustofa Nahra disebut Polri sudah diingatkan soal aktivitas cuitannya di media sosial. Bahkan, Mustofa Nahra pernah diundang ke Bareskrim untuk diberikan edukasi jika menyebarkan berita-berita provokatif yang negatif akan berdampak buruk.

"Khusus saudara MN ini, bukannya dia tidak tahu tentang UU ITE, bukannya tidak tahu tentang sanksi yang dia terima ataupun bahkan dia bukan tidak tahu apa dampak yang akan ditimbulkan oleh masyarakat seperti yang disampaikan oleh disampaikan tadi," kata Wadir Tipid Siber Bareskrim Polri, Kombes Asep Saprudin, Selasa (28/5/2019).

Asep mengatakan akun-akun provokatif seperti milik Mustofa Nahra sudah dipantau oleh tim Siber jauh-jauh hari. Namun, Asep menyebut koordinasi dengan Mustofa Nahra ternyata tak digubris hingga akhirnya Mustofa Nahra ditangkap karena menyebarkan hoax anggota Brimob bunuh bocah perusuh demo 22 Mei.

"Akun-akun itu itu sudah lama sekali kita pantau bahkan saudara MN ini sudah pernah kita undang, kita panggil ke kantor direktorat siber untuk diajak berkoordinasi, diajak berkomunikasi dan diajak menyampaikan dampak yang muncul apabila Anda menyebar akun-akun yang negatif itu sudah kita lakukan," jelas Asep.

"Sampai dengan saat ini ternyata yang kita sampaikan ke saudara MN itu sepertinya tidak membekas dalam diri MN. Dia terus saja melakukan itu. Oleh karena itu, posting-an yang terakhir ini kemarin terpaksa kita lakukan tindakan tegas ataupun penegakan hukum terhadap saudara MN," sambung dia.

Asep menegaskan Mustofa Nahra ditangkap karena sudah membuat resah dengan cuitan-cuitannya. Asep menyebut jika Mustofa mendengar saran dari penyidik saat koordinasi itu maka penangkapan tidak akan terjadi.

"Jadi bukannya karena ujug-ujug kok tiba-tiba pada saat sekarang ini MN kenapa ditangkap? Kita sudah melakukan beberapa upaya sebelumnya sehingga sudah menimbulkan keresahan di masyarakat akibat posting-an ini, terpaksa kita lakukan penanggung terhadap yang bersangkutan. Berdasarkan laporan polisi dari masyarakat yang diterima oleh Direktorat Tindak Pidana Siber," ungkapnya.

"Penangkapan saudara MN ini sudah memang sudah langkah terakhir yang memang harus kita lakukan dan tidak ada unsur-unsur maupun nuansa-nuansa lainnya selain unsur penegakan hukum," pungkas Asep.

Mustofa Nahra ditangkap di rumahnya pada Minggu (26/5) dinihari. Ia ditetapan sebagai tersangka karena diduga menyebarkan kabar bohong melalui Twitter terkait posting-an hoax kerusuhan 22 Mei kemarin.

Mustofa dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). [ton]

Komentar

Embed Widget
x