Find and Follow Us

Rabu, 18 September 2019 | 21:52 WIB

Politisi Gerindra Permadi Penuhi Panggilan Polda

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 27 Mei 2019 | 13:25 WIB
Politisi Gerindra Permadi Penuhi Panggilan Polda
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politisi senior Partai Gerindra Permadi memenuhi panggilan penyidik Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (27/5/2019).

Permadi tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 10.50 WIB. Ia datang menggunakan pakaian serba hitam dengan didampingi oleh kuasa hukum Hendarsam Marantoko. Permadi akan diperiksa terkait ucapan 'Revolusi'.

"Ini untuk kedua kali diperiksa oleh Siber Polda Metro Jaya yang dulu belum selesai. Sekarang disambung lagi, masih tentang ceramah saya di gedung DPR," katanya.

Permadi berdalih, Revolusi yang ia ucapkan merujuk pada konteks seruan Presiden Soekarno. Ia menilai, revolusi dapat dimaknai banyak hal, contohnya revolusi mental.

"Revolusi yang saya maskud kan revolusinya Bung Karno yang multikompleks revolusi mental. Mental harus diubah dari mental orang yang dijajah menjadi tidak dijajah. Menjadibangsa yang beridikari. Itu harus. Revolusi politik revolusi ekonomi revolusi budaya revolusi industri, semua macam, multikompleks. Termsuk revolusi luar negeri. bung Karno menolak bantuan luar negeri Amerika dengan mengatakan go to hell," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, politikus Partai Gerindra, Permadi dipolisikan oleh seorang pengacara bernama Fajri Safi'i di Polda Metro Jaya. Fajri melaporkan Permadi terkait video viral nya dimedia sosial berdurasi 2 menit 45 detik, yang menyebut 'revolusi'.

Fajri mengatakan, dirinya berniat untuk membuat laporan dengan terlapor Permadi. Namun ia mengatakan, polisi sudah lebih dulu membuat laporan sendiri dan dirinya tidak perlu membuat laporan baru.

"Kita nggak perlu buat laporan polisi (LP) lagi menindak lanjuti LP yang sudah ada katanya oleh tim cyber dan nanti kita akan dipanggil sebagai saksi. Setelah kita sampai sini katanya sudah ada laporan polisi nah itu LP nya LP A. Kalau LP A itu polisi yamg buat laporan sendiri, temuan polisi," kata Fajri di Polda Metro Jaya, Kamis (9/5/2019) malam. [rok]

Komentar

x