Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:27 WIB

Elit Politik Diminta Tanggung Jawab Soal 22 Mei

Senin, 27 Mei 2019 | 05:00 WIB
Elit Politik Diminta Tanggung Jawab Soal 22 Mei
Ketua Umum YLBHI, Asfinawati - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lokataru Foundation, Amnesty, dan LBH Pers yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti soal akibat dari aksi unjuk rasa 22 Mei 2019.

Koalisi Masyarakat Sipil merasa prihatin adanya
tindakan kekerasan oleh aparat saat aksi unjuk rasa 22 Mei 2019 lalu.

"Tentu saja kita tidak setuju dengan kekerasan apapun, kekerasan yang dilakukan oleh masyarakat dan kita tidak setuju, tetapi tidak setuju lagi, apalagi kekerasan dilakukan oleh aparat penegak hukum," ujar Ketua Umum YLBHI, Asfinawati, Minggu (26/5/2019).

Kekerasan yang dipertontonkan kepada publik pun turut serta menjadi hal yang sangat disayangkan. Menurutnya perseteruan yang terjadi antara elite Jokowi dan Prabowo adalah salah satu pemicu terjadi perpecahan di masyarakat sehingga mereka harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.


"Nah yang memprihatinkan bagi kami adalah ternyata penggunaan kekerasan ini dipertontonkan kepada publik dan nalar publik ternyata sudah dirusak oleh perseteruan elit. Dan karena itu kami mengatakan sesungguhnya yang paling bertanggung jawab selain aktor-aktor di lapangan adalah para elite," pungkasnya. [wll]

Komentar

x