Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:24 WIB

Polri Sanksi Oknum Brimob yang Pukuli Perusuh

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 25 Mei 2019 | 18:00 WIB
Polri Sanksi Oknum Brimob yang Pukuli Perusuh
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri menegaskan oknum Brimob yang memukuli Andri Bibir, perusuh aksi demo 22 Mei akan ditindak. Aksi pemukulan terhadap perusuh ditegaskan Polri tak dibenarkan.

"Dalam hal upaya penangkapan perusuh atas nama A alias Andri Bibir, apa yang dilakukan oleh oknum anggota tidak dibenarkan. Seharusnya kepada pelaku perusuh yang sudah menyerah tidak boleh lagi dilakukan tindakan berlebihan, eksesif," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Dedi menjelaskan apapun alasan dilapangan, tindakan oknum Brimob yang memukuli Andri bibir tak boleh dilakukan. Dedi menyebut oknum Brimob yang terlibat pemukulan terhadap Andri bibir akan ditindak sesuai dengan aturan.

"Prinsip kepada personel Polri yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di kepolisian pasti akan kami proses sesuai mekanisme yang ada," ucap Dedi.

Dedi lalu menjelaskan bahwa upaya anggota Brimob itu dipicu lantaran Andri Bibir akan kabur saat Brimob mengiris pemukiman terhadap pelaku-pelaku rusuh aksi demo 22 Mei. Andri bibir disebut sebagai provokator yang menyediakan peralatan batu untuk massa agar membuat kerusuhan.

"Insiden ini dipicu oleh penyerangan yang dilakukan oleh selain tersangka Andri Bibir kepada petugas serta berupaya melarikan diri saat akan diamankan," ujarnya.

Peristiwa pemukulan ini viral di media sosial. Video tersebut disebarkan dengan disertai narasi hoax bahwa korban merupakan anak di bawah umur dan dipukuli hingga meninggal.

Peristiwa ini terjadi di dekat Masjid Al-Huda di Jl Kp Bali XXXIII No 3, RT 2 RW 10, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Polri mengatakan peristiwa dalam video tersebut faktanya adalah penangkapan salah seorang perusuh bernama A alias Andri Bibir. Polri memastikan pelaku perusuh itu masih hidup. Peristiwa itu sendiri terjadi pada Kamis (23/5) pagi. Polri menegaskan narasi dalam video yang viral di Twitter adalah tidak benar alias hoax. [fad]

Komentar

x