Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 13:58 WIB

Amien Rais: People Power Konstituental Demokratis

Oleh : Happy Karundeng | Sabtu, 25 Mei 2019 | 03:01 WIB
Amien Rais: People Power Konstituental Demokratis
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais mengaku dicecar pertanyaan terkait ucapan 'People Power' yang dilontarkan Eggi Sudjana.

Ia menjelaskan, 'People Power' atau gerakan rakyat bukan untuk menggulingkan pemerintahan yang saat ini ada.

"Intinya semua yang ditanyakan saya berikan apa adanya dan saya tanya people power itu, itu konstituental demokratis dijamin prinsip HAM juga," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019).

Ia menjelaskan, People Power merujuk pada kecurangan yang terjadi saat perhelatan Pemilu 2019. Cara itulah yang ia maksud sebagai penolakan atas kecurangan yang terjadi.

"Sesungguhnya people power enteng-etengan bukan seperti people power yang mau menganti rezim atau menjatuhkan presiden itu sama sekali jauh. Kalau sampai terjadi kecurangan, kejahatan pemilu bersifat terstruktur, masif, sistematik maka tentu kita nggak perlu lagi mengakui hasil KPU itu," jelasnya.

Sebgaimana diberitakan, Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya. Penetapan itu berdasarkan proses gelar perkara pada 7 Mei 2019, dengan kecukupan alat bukti, seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti.

Dia dilaporkan oleh caleg PDIP, S. Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar. Dewi melaporkan Eggi, berkaitan dengan beredarnya video ketika Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Atas pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, Jumat, 19 April. Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Terkait status tersangkanya ini, Eggi telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. [adc]

Komentar

x