Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 13:34 WIB

KPK Batal Periksa Dirut PLN Sofyan Basir

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 24 Mei 2019 | 19:31 WIB
KPK Batal Periksa Dirut PLN Sofyan Basir
Direktur Utama nonaktif PLN Sofyan Basir - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama nonaktif PLN Sofyan Basir tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Jumat (24/5/2019).

Sofyan sedianya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Sudah ada surat yang kami terima dari pihak SFB," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK.

Febri tak menjelaskan detail alasan Sofyan mangkir dari panggilan penyidik. Yang jelas, kata dia, mantan Dirut Bank BRI itu meminta penyidik menjadwal ulang pemeriksaannya.

"Intinya tidak bisa hadir memenuhi penggilan penyidik hari ini dan meminta penjadwalan ulang," kata dia.

Febri mengatakan saat ini surat pemberitahuan ketidakhadiran Sofyan masih ditelaah. Penyidik juga akan menentukan waktu pemanggilan ulang Sofyan.

"Surat tersebut nanti kami pelajari dulu untuk menentukan apa yang akan dilakukan sesuai kebutuhan lenyidikan ini," pungkasnya.

Sofyan bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham diduga membantu memuluskan perusahaan Blackgold Natural Resources Limited milik Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Sofyan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka merupakan pengembangan penyidikan Eni, Johannes, dan Idrus Marham yang telah divonis. Eni dihukum enam tahun penjara, Kotjo 4,5 tahun penjara dan Idrus Marham 3 tahun penjara. [adc]

Komentar

x