Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 06:18 WIB

Pengakuan Brimob China: Saya Asli Brimob WNI!

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 24 Mei 2019 | 15:51 WIB
Pengakuan Brimob China: Saya Asli Brimob WNI!
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri menangkap SDHA, pelaku pembuat dan penyebar hoax yang menyebut adanya 'Brimob China' yang ikut mengamankan aksi demo 22 Mei di sekitar Bawaslu. Polri juga turut menghadirkan 3 anggota Brimob yang dituduh dari negeri seberang.

Ketiga anggota Brimob itu hadir saat rilis penangkapan SDH di Mabes Polri, Jumat (24/5/2019). Ketiganya menegaskan bahwa berita yang menyebut dirinya adalah polisi China adalah hoax.

"Kami tegaskan lagi bahwa kami adalah asli Brimob, bukan polisi China. Bahwa saya adalah Brimob Sumatera Utara. Saya asli dari Sumatera Utara," kata salah satu anggota Brimob.

Anggota Brimob yang lain, yang fotonya sempat viral dengan mata 'sipit' yang seolah-olah disebut polisi dari China juga mengklarifikasi. Dia menegaskan bahwa asli anggota Brimob dari Polda Sumatera Utara.

"Saya dari Brimob Sumatera Utara, tepatnya Tebingtinggi. Saya asli orang Indonesia," tegasnya.

Sementara, anggota Brimob yang ketiga menegaskan bahwa informasi yang beredar menyebutkan dirinya adalah polisi China hoax.

"Saya asli orang Indonesia dari satuan Brimob Polda Sumut. Berita yang beredar adalah hoax," jelas anggota Brimob tersebut.

Dalam kasus ini, Polisi menangkap SDH di Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (23/5/2019). SDH memposting sebuah foto yang viral saat seseorang selfie dengan ketiga anggota Brimob tersebut.

Dalam postingannya di akun WA group, SDH membubuhi dengan caption 'Polri menggunakan polisi China dalam pengamanan demo 21-22 Mei'.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 16 jo pasal 4 B huruf 1 UU No 40 tahun 2008 tentang penghapusan SARA dan atau Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan pasal 15 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 KUHP yang mana diakumulasikan dengan ancaman 6 tahun penjara. [adc]

Komentar

x