Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 13:41 WIB

Menag Dicecar Soal Uang Ratusan Juta di Laci

Oleh : Ivan Setyadhi | Kamis, 23 Mei 2019 | 18:11 WIB
Menag Dicecar Soal Uang Ratusan Juta di Laci
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengaku dicecar ihwal uang yang ditemukan di lacinya. Penyidik KPK menyita uang Rp180 juta dan USD 30 ribu dari ruang Kerja Lukman.

Hal itu disampaikan Lukman usai diperiksa selama enam jam oleh penyidik KPK, Kamis (23/5/2019).

"Iya (uang di laci meja kerja) saya jelaskan bahwa semua itu adalah akumulasi. Pertama, dana operasional Menteri yang saya simpan dalam laci meja kerja saya. Lalu juga sebagian dari honorarium yang saya terima saat saya memberikan kegiatan pembinaan, ceramah baik di internal Kementerian Agama maupun di luar Kementrian Agama," tutur Lukman kepada wartawan di KPK.

Selain itu, lanjut Lukman, uang di dalam laci tersebut sebagian juga merupakan sisa dana perjalanannya, baik perjalanan dinas dalam negeri maupun perjalanan dinas ke luar negeri.

"Dari semua itu adalah akumulasi dari ketiga sumber tadi, yang lalu kemudian biasa saya simpan di laci meja kerja saya," terang Lukman.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Lukman terkait pendalaman beberapa informasi kasus suap suap terkait dengan Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019.

Diketahui, selain menyita uang ratusan juta dari laci meja kerja Menag, teranyar, dalam persidangan praperadilan mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Rommy), tim hukum KPK mengungkap adanya pemberian uang Rp10 juta buat Lukman dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin. Penerimaan uang itu juga diamini Lukman.

KPK menetapkan Rommy sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag. Rommy disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah.

Rommy diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin. Suap diberikan agar Rommy mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut. [ton]

Komentar

x