Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:15 WIB

Aksi 22 Mei, Polri Batasi Massa Bubar Usai Tarawih

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 21 Mei 2019 | 19:53 WIB
Aksi 22 Mei, Polri Batasi Massa Bubar Usai Tarawih
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah massa akan menggelar aksi pada Rabu, 22 Mei 2019 esok menyikapi hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. Polri memberikan toleransi untuk massa bubar selesai shalat tarawih.

"Batasan akhir toleransi yang bisa diberikan pada masa itu salat tarawih. Usai salat tarawih," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/5/2019).

Dedi menjelaskan dalam aturan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum batas, waktu demonstrasi di tempat terbuka hanya sampai pukul 18.00 WIB. Namun, Polri memberikan toleransi untuk massa bubar paling terakhir pukul 21.00 WIB.

Lebih lanjut, jika ketentuan tersebut sekaligus toleransi tak diindahkan, maka Polri berhak untuk membubarkan massa. Dedi meminta massa untuk mengikuti aturan Undang-undang yang berlaku.

"Kalau misalnya itu tak diindahkan dan batas waktu yang diberikan juga tidak diindahkan, maka sesuai dengan Undang-undang 9 Tahun 1998 Pasal 15, aparat Polri dapat membubarkan, kerumunan masyarakat tersebut," tegas Dedi.

Terakhir, massa juga tak diperbolehkan untuk menginap di lokasi unjuk rasa. "Ya nggak boleh. Ditegaskan tidak boleh," ujarnya. [ton]

Komentar

x