Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 10:17 WIB

BPN Sebut Ada Pertimbangan Krusial Gugat Pilpres

Oleh : Fadli Zikri | Selasa, 21 Mei 2019 | 19:21 WIB
BPN Sebut Ada Pertimbangan Krusial Gugat Pilpres
Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akhirnya memutuskan menggugat hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, ada pertimbangan penting mengapa BPN akhirnya menggugat hasil Pilpres 2019.

"Kami menilai ada pertimbangan-pertimbangan sangat krusial, terutama mengenai penghitungan-penghitungan yang sangat signifikan dan bisa dibawa ke MK," kata Dasco di kediaman Prabowo, Jl. Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Usai KPU mengumumkan hasil Pilpres secara mendadak pada Senin (20/5/2019) dini hari, BPN pun langsung menggelar rapat. Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, gugatan hukum ke MK pun ditempuh BPN.

"Menyikapi hasil KPU RI yang sudah mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pada dini hari tadi, rapat hari ini memutuskan paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," ujar Dasco.

BPN pun akam segera menyiapkan berkas gugatan ke MK dalam beberapa hari ke depan. Dalam konfrensi pers dikediamannya, Prabowo Subianto menyatakan menolak hasil Pilpres karena penuh dengan berbagai kecurangan. Sebelumnya, pengumuman hasil Pilpres dan Pemilu 2019 sedianya akan diumumkan pada tanggal 22 Mei dipercepat oleh KPU pada Senin dini hari.

Kemudian, jika selama tiga hari tidak ada pasangan calon Presiden yang mengajukan gugatan ke MK, maka KPU akan menetapkan pemenang Pilpres. Berdasarkan keputusan pleno KPU Senin dini hari itu, Calon Presiden 01 Jokowi-Maruf mendapatkan 85.036.828 suara atau 55,41 persen dan Prabowo-Sandi mendapat 68.442.493 suara atau 44,49 persen. [ton]

Komentar

x