Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 07:30 WIB

Polri: Ada Massa yang Ingin Bikin Rusuh 22 Mei

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 21 Mei 2019 | 13:23 WIB
Polri: Ada Massa yang Ingin Bikin Rusuh 22 Mei
Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Polri menerbitkan pemberlakuan siaga 1 sejak 21-25 Mei 2019 untuk mengamankan proses rekapitulasi nasional Pemilu 2019. Polri beralasan status siaga 1 ini karena hasil analisa Intelejen yang mendeteksi adanya massa yang ingin membuat kerusuhan.

"Jadi begini, hasil pengamatan kami massa yang datang (ikut aksi) diduga memiliki rencana untuk melakukan perbuatan anarkis. Jadi bukan sekadar unjuk rasa damai," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Sejumlah massa direncanakan akan menggelar aksi di kantor KPU menyikapi hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. Polri pun telah melakukan upaya untuk mencegah massa datang ikut aksi dengan melakukan pengecekan di setiap daerah.

Terkait ini, Iqbal menjelaskan bahwa Polri mencegah agar aksi yang dilakukan tak disusupi oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin membuat rusuh.

"Dari kelompok yang berangkat, diduga mereka sudah mempersiapkan diri dengan peralatan berbahaya. contohnya kelompok yang ditangkap dijatim, yang ada memiliki bom molotov. Ada pula beberapa indikasi massa membawa bambu dan bendera dimana ujung bambu diruncingkan, termasuk alat-alat tajam lainnya dan ketapel. Ini menunjukan ada sejumlah oknum yang mempersiapkan aksi anarkis," jelas Iqbal.

Iqbal bahkan menyebut aksi yang akan digelar esok adalah aksi yang sudah terorganisir. Massa diduga ada yang ingin beraksi damai dan ada yang ingin membuat kekacauan.

"Aksi 22 besok diduga bukanlah aksi spontan, tapi aksi yang dimobilisasi dan diorganisir secara sistematif baik. Ada yang ingin melakukan aksi secara damai, namun juga ada yang mempersiapkan aksi-aksi yang melanggar hukum," terang Iqbal. [rok]

Komentar

x