Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 21:34 WIB

Banyak Peristiwa Makar

Fahri: Negara Tak Khawatir Dampaknya ke Dunia?

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Selasa, 21 Mei 2019 | 08:11 WIB
Fahri: Negara Tak Khawatir Dampaknya ke Dunia?
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Aparat Kepolisian telah mengamankan beberapa orang terkait adanya upaya dugaan perbuatan makar menjelang pengumuman resmi hasil penghitungan suara pemilu presiden 2019 oleh KPU RI pada Rabu (22/5/2019).

Antara lain calon legislatif PAN Eggi Sudjana yang ditahan penyidik Polda Metro Jaya atas kasus dugaan makar setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Eggi dilaporkan oleh relawan Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac) Suryanto dengan tuduhan makar pada 19 April 2019. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan/atau Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Kemudian, penyidik Polda Metro juga telah menangkap Lieus Sungkharisma karena tuduhan hoaks dan menyebarkan hoaks pada Senin (20/5/2019).

Lieus dilaporkan Eman Soleman dengan Nomor LP/B/0441/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019. Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107.

Namun, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku mendapatkan pertanyaan mengenai negara yang mengumumkan banyak peristiwa makar. Karena, dikhawatirkan akan berdampak kepada dunia internasional.

"Ada pertanyaan ke saya: Negara yang mengumumkan banyak peristiwa makar ke seluruh dunia apakah tidak memperburuk kredibilitas kita di mata internasional? Apakah ini tidak berbahaya, pengumuman travel WARNING, terjadinya capital flight dan rontoknya nilai rupiah??," kata Fahri lewat twitternya yang dikutip Senin (20/5/2019).

Di samping itu, Fahri mengatakan apabila penjara penuh dengan tokoh politik pasti mereka adalah tahanan politik dan merupakan musuh pemerintah yang berada sebagai oposisi.

"Demikianlah yang kita kenal dalam sejarah negeri ini," ujarnya.[ris]

Komentar

x