Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:21 WIB

Pensiunan TNI/Polri: Kedaulatan Rakyat Dirampas

Oleh : Fadly Zikry | Selasa, 21 Mei 2019 | 04:05 WIB
Pensiunan TNI/Polri: Kedaulatan Rakyat Dirampas
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ratusan Jenderal TNI-Polri Purnawirawan yang tergabung dalam Front Kedaulatan Bangsa menyatakan sikapnya terkait Pemilu Presiden 2019 yang dilaksanakan penuh dengan kecurangan.

Ketua Front Kedaulatan Bangsa, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto mengatakan kondisi politik bangsa sudah sangat memprihatinkan dimana demokrasi dicederai oleh penguasa.

"Saat ini bangsa dan negara kita sedang alami kondisi politik yang tidak stabil disebabkan hak kedaultan rakyat tekah dirampas bagaikan ibu pertiwi yang sedang diperkosa, dengan terjadinya kecurangan pemilu yg terstruktur, sistemasif, masif dan brutal. Ditambah dengan keadaan ekonomi yabg membebani rakyat, yang dapat melumpuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Tyasno dalam jumpa pers di Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2019).

Dengan kondisi tersebut, Tyasno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menyuarakan kebenaran meskipun banyak rintangan yang dihadapi. Dia menegaskan sikap tersebut demi masa depan demokrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami serukan kepada saudaraku sebangsa dan setanah air untuk bersama dalam semangat kebangkitan nasional, selamatkan kedaulatan negara dari bahaya konflik suku, agama, golongan yang dapat memicu disintegrasi NKRI," ujarnya.

Secara khusus, Tyasno juga mengajak purnawirawan TNI-Polri agar tetap menjadi patriot dan menjadi contoh baik berbangsa dan bernegara kepada generasi penerus.

"Untuk tetap konsisten sebagai patriot bangsa yang bertakwa pada Tuhan Yabg Maha Esa, serta membela kejujuran dan keadilan dalam kondisi damai maupun genting demi negara dan bangsa. Kita harus selalu bersama rakyat yang saat ini hak kedaulatannya sedang diselewengkan," jelas dia.

Selain itu, Tyasno juga meminta agar Pilpres 2019 ini tidak dijadikan kepentingan sesaat pihak tertentu dan mengabaikan kerukunan masyarakat.

"Secara khsusus kami sampaikan kepada pihak tertentu agar tidak memanfaatkan pemilu hanya untuk kepentingan sendiri dan kelompoknya, karena rakyat Indonesia semakin cerdas dan mengetahui apa yang sesuangguhnya sedang terjadi," tandasnya.[ris]

Komentar

x