Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 03:23 WIB

Jokowi Nilai Wajar Pihak yang Kalah Pemilu Protes

Minggu, 19 Mei 2019 | 21:06 WIB
Jokowi Nilai Wajar Pihak yang Kalah Pemilu Protes
(Foto: ist)

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo menilai wajar jika pihak yang kalah dalam pemilu serentak 2019 tidak puas. Namun menurutnya ada cara-cara yang sesuai konstitusi untuk menyampaikan ketidakpuasan tersebut.

"Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Tidak ada yang kalah itu puas, tidak ada. Kalah itu pasti gak puas, kalau ada kecurangan, laporkan ke Bawaslu. Kalau yang lebih besar, sengketa, sampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi), ini kan mekanisme menurut konstitusi," kata Presiden Joko Widodo di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Pernyataan kepala negara itu disampaikan terkait merebaknya isu gerakan massa yang disebut "people power" jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.

Gerakan itu menyebut akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengepung kantor KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Mekanisme itu sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah," ujar Presiden.

Dari situs pemilu2019.kpu.go.id, Minggu (19/5), yang sudah masuk berasal dari 727.652 TPS (89,46 persen dari total 813.350 TPS pada Pemilu 2019 menunjukkan pasangan nomor urut 01 yaitu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mendapatkan 76.429.387 suara (55,76 persen) sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subinato dan Sandiaga Uno memperoleh 60.641.127 suara (44,24 persen). Artinya, Jokowi-Ma'ruf unggul 15.788.260 suara dari Prabowo-Sandi. [tar]

Komentar

x