Find and Follow Us

Selasa, 25 Juni 2019 | 13:37 WIB

Suara Gerindra Terkuras di Kabupaten Bangkalan

Minggu, 19 Mei 2019 | 10:10 WIB
Suara Gerindra Terkuras di Kabupaten Bangkalan
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Jenderal Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria), Yoni Triharto mengatakan penyelenggaraan pemilu serentak 2019 banyak terjadi kecurangan dan ketidakadilan.

Ia mencontohkan adanya praktik perampokan suara yang dilakukan makelar untuk memperjualbelikan suara rakyat, seperti kasus yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

"Perampokan suara menimpa Caleg Partai Gerindra Moh Nizar Zahro dari Dapil Jatim XI yang dikuras suaranya di Kabupaten Bangkalan sebanyak 58.408 suara. Ada 3 parpol yang dapat penambahan signifikan, dan suara Gerindra terkuras kering kerontang," kata Yono, Minggu (19/5/2019).

Menurut dia, dari jejak yang ditinggalkan hampir terjadi perampokan suara di semua kecamatan. Modusnya, kata dia, membabat angka-angka milik calon legislatif Nizar di Form DA1 dan dipindahkan atas nama caleg atau parpol lain di Form DB1 (Rekap tingkat Kabupaten).

"Caleg Nizar baru menyadari suaranya telah dirampok setelah dilakukannya pleno di tingkat kabupaten. Ternyata, perampokan suara bukan hanya isu, tapi memang fakta," ujarnya.

Untuk itu, Yoni mendesak KPU agar menjadikan Form DA1 yang berasal dari DA Plano dan berasal dari C1 sebagai dasar perhitungan suara sehingga sertifikat DB 1 KPUD Bangkalan sah demi menjaga marwah demokrasi Indonesia.

"Mendesak Bawaslu agar membawa kasus ini ke ranah hukum, dan menjerat jaringan perampokan suara rakyat dengan hukuman seberat-seberatnya. Kemudian, mengajak seluruh pimpinan Gerindra untuk menolak hasil Pleno KPUD Bangkalan," tandasnya.[ris]

Komentar

x