Find and Follow Us

Minggu, 26 Mei 2019 | 19:43 WIB

Polres Ponorogo Pastikan Sulami Bunuh Diri

Sabtu, 18 Mei 2019 | 11:27 WIB
Polres Ponorogo Pastikan Sulami Bunuh Diri
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Ponorogo - Teka-teki meninggalnya Sulami (37), warga dukuh Banyuripan Desa Wringinanom Kecamatan Sambit Ponorogo yang tewas bersimbah darah dengan usus terburai keluar di rumahnya pada awal bulan April lalu kini sudah terungkap. Sesuai dengan dugaan awal, korban meninggal karena bunuh diri.

"Untuk mengungkap kasus meninggalnya Alm. Sulami ini, kami melakukan upaya-upaya penyelidikan baik secara manual, IT maupun forensik," kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko saat ditemui di kantornya, Sabtu (18/5/2019).

Maryoko menyebut hasil otopsi yang dilakukan oleh tim dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri bahwa luka yang ada diperut korban adalah luka iris. Selain itu dari keterangan dokter yang melakukan otopsi juga mengungkap bahwa historis badan korban ada bekas sayatan pada leher dan tangan kanan sebelah kiri.

"Temuan bekas luka sayatan di leher dan tangan kiri itu menguatkan keterangan salah satu saksi bahwa korban pernah 2 kali melakukan percobaan bunuh diri," katanya.

Menurut keterangan saksi keluarga yakni ibunya, Maryoko menyebut pada tahun 2008, korban melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat lehernya. Dan percobaan kedua pada tahun 2017 dengan menyayat nadi tangan kiri.

"Kedua aksi bunuh diri korban ini bisa digagalkan karena diketahui oleh keluarga dan langsung mendapatkan perawatan medis," ungkapnya.

Dengan hasil indikasi meninggal dunia karena bunuh diri. Mungkin dikarenakan korban ini sering sakit. Terbukti dari rekam medis korban yang menderita penyakit paru-paru. Maryoko menyebut terkait dengan kelanjutan kasus ini, menunggu pihaknya melakukan gelar perkara dulu.

"Dari hasil gelar perkara ini bisa disikapi dengan penghentian penyelidikan," pungkasnya. [beritajatim]

Komentar

x