Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:15 WIB

Kata Permadi Soal Ajakan People Power Kivlan Zein

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 17 Mei 2019 | 20:03 WIB
Kata Permadi Soal Ajakan People Power Kivlan Zein
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra, Permadi selesai diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri terkait makar. Permadi mengaku diperlakukan baik oleh penyidik.

"Saya ingin menjelaskan kesimpangsiuran di antara para wartawan, ada yang menyatakan saya diambil paksa, sebenarnya tidak. Saya diundang jam 10 pagi, saya datang jam 10.15, tetapi karena saya stroke kurang bisa berjalan dengan baik, petugas baik hati menjemput saya dan karena saya tidak bisa berjalan jauh saya dijemput untuk ditaruh di pintu terdekat dengan pemeriksaan," kata Permadi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

"Jadi tidak ada jemput paksa, justru polisi baik hati dangan saya, menjemput dan mengantarkan saya," sambung Permadi.

Soal materi pemeriksaan, Permadi mengaku dicecar 15 pertanyaan inti seputar tuduhan makar. Permadi ditanya soal pertemuan di Tebet dengan sejumlah tokoh seperti Kivlan Zein dan Eggi Sudjana.

"Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan saya datang pada pertemuan pada Mei di rumah rakyat jalan Tebet timur raya, saya mengatakan saya diundang oleh yang punya rumah, saya baru tahu bahwa kita akan melakukan suatu petisi di depan para wartawan, untuk itu saya tentu minta petisinya seperti apa, saya diberikan petisi ternyata, di petisi itu ada 14 pendahuluan dan 4 petisi," jelas Permadi.

Petisi itu menurut Permadi tak semuanya disetujuinya. Hanya 4 petisi yang dianggap Permadi sejalan dengannya.

"Saya menolak yang 14 pendahuluan sebab terlalu panjang, rakyat tidak akan mau baca dan agak kurang sesuai dengan keinginan saya, 4 petisi saya bersedia, dan keputusan rapat memutuskan saya dianggap paling tua, saya dianggap sesepuh, saya diminta membacakan petisi itu dan saya bersedia," ucapnya.

Permadi juga menjelaskan bahwa ia ditanya soal ajakan Kivlan Zein tentang 'People Power'. Permadi mengaku tak bisa menjawab setuju atau tidak setuju tentang ajakan people power dari sesama aktivis itu.

"Kemudian yang datang adalah para jenderal antara lain, pak Kivlan datang belakangan, pak Sarwan Hamid, Samsu Jalal dan lain sebagainya lalu ada Egy Sudjana, ada Habib Mukhsin, ada Habib Umar dan Kivlan Zein datang belakangan," terang dia.

"Pada saat hampir habis membacakan petisi baru kivlan zein datang, trus kivlan Zein berpidato intinya mengajak poeple power di lapangan banteng, mengepung kpu dam Bawaslu, pertanyaan selanjutnya apakah saya setuju dengan pendapat Kivlan Zein, saya mengatakan saya dan pak kivlan Zen adalah sesana aktivis tapi saya baru ketemu hari itu, jadi saya tidak bisa bilang setuju atau tidak karena saya tidak tahu sebelumnya, rapat-rapat sebelumnya saya tidak tahu," sambung dia. [adc]

Komentar

x