Find and Follow Us

Selasa, 15 Oktober 2019 | 07:19 WIB

Bupati Talaud Sebut Tas Hermes Bukan Suap Proyek

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 17 Mei 2019 | 19:08 WIB
Bupati Talaud Sebut Tas Hermes Bukan Suap Proyek
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bupati Kepulauan Talaud nonaktif, Sri Wahyuni Maria Manalip membantah pemberian tas mewah dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo sebagai suap proyek revitalisasi pasar di Kepulauan Talaud.

Menurut Sri, pemberian tas tersebut hanya sebagai pemberian biasa, lantaran Bernard senang dengan Sri dalam bekerjasama mengerjakan proyek tersebut.

"Dia, senang dengan saya. Senang bukan suka. Jadi bedakan senang dengan suka. Lagian itu enggak ada kaitannya dengan jabatan saya (tas hermes)," kata Sri di usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jumat (17/5/2019).

Selain itu, Sri mengaku tinggal sebentar menjadi bupati. Sehingga tak mungkin jika dirinya menerima suap.

"Saya tinggal dua bulan. Apa yang bisa saya lakukan, kewenangan saya tinggal dua bulan," tutup Sri.

Dalam kasus itu KPK mengamankan sejumlah barang mewah yang diduga sebagai suap untuk Sri Wahyuni terkait proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo.

"Barang bukti yang diamankan (nilainya) sekitar Rp 513.855.000," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta.

Barang-barang mewah yang diamankan yakni handbag Channel senilai Rp 97.360.000; tas Balenciaga Rp 32.995.000; jam tangan Rolex Rp 224.500.000, anting berlian Adelle Rp 32.075.000, dan cincin berlian Adelle Rp 76.925.000. Juga diamankan uang tunai sebesar Rp 50 juta.

KPK juga mengamankan Benhur, seorang pengusaha sekaligus tim sukses dari Sri Wahyumi dalam pemilihan Bupati Talaud. Ia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut bersama pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo. [adc]

Komentar

x