Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 06:47 WIB

Ancaman Terorisme Jelang 22 Mei, Ini Imbauan Polri

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Jumat, 17 Mei 2019 | 17:23 WIB
Ancaman Terorisme Jelang 22 Mei, Ini Imbauan Polri
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 68 terduga teroris jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) ditangkap terkait rencana aksi penyerangan pada 22 Mei 2019 atau bertepatan pada momentum pengumuman hasil resmi Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa ancaman teror pada 22 Mei 2019 tak bisa diremehkan. Iqbal pun menghimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan aksi pada 22 Mei nanti.

"Keterlibatan tersangka kelompok JAD, yaitu menyembunyikan DPO JAD di Lampung, merencanakan aksi amaliah, nah ini ya melaksanakan aksi amaliah atau aksi teror dengan menyerang kerumunan massa pada tanggal 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom," jelas Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Iqbal mengatakan bahwa kelompok ini melakukan serangan adalah bentuk nyata yang akan membahayakan masyarakat. Iqbal pun berharap massa tak perlu turun ke jalan apapun hasil Pemilu 2019.

"Kelompok ini memang memanfaatkan momentum pesta demokrasi. Nanti akan kita tanyakan bagaimana pengakuan tersangka, karena bagi kelompok ini, demokrasi adalah paham yang tidak sealiran dengan mereka. Nanti istilahnya akan mereka sampaikan, dan ini adalah target mereka, oleh karena itu lewat forum ini saya selaku kepala divisi humas juga sebagai juru bicara menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Mei masyarakat kami himbau tidak turun ke jalan," ujar Iqbal.

"Ini akan membahayakan karena mereka akan memyerang semua massa termasuk aparat, massa yang berkumpul dengan menggunakan bom," sambung Iqbal.

Meski begitu, Iqbal memastikan penangkapan terhadap 68 terduga teroris ini tidak akan berhenti. Iqbal memastikan tim Densus 88 Antiteror masih terus berkeja untuk melakukan upaya paksa atau preventif strike guna menjaga keamanan masyarakat.

"Itu yang dinamakan tadi dengan melakukan penangkapan yaitu preventif strike, penegakkan hukum untuk pencegahan," tutur Iqbal. [adc]

Komentar

x