Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 08:17 WIB

Ada Perusahaan Terlibat Di Kasus Bupati Cirebon?

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 17 Mei 2019 | 08:57 WIB
Ada Perusahaan Terlibat Di Kasus Bupati Cirebon?
Jubir KPK Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencermati fakta-fakta yang mencuat dalam proses persidangan perkara jual beli jabatan dengan terdakwa bupati Cirebon nonaktif Sunjaya di Pengadilan Tipikor Bandung.

Termasuk, aliran suap Rp6,5 miliar dari Hyundai Engineering Corporation (HDEC) kepada Sunjaya terkait PLTU Cirebon 2.

"Keterangan saksi, fakta-fakta yang muncul di sidang atau bukti-bukti yang lainnya muncul di sidang sering terjadi dalam beberapa perkara dan itu pasti kami cermati lebih lanjut," kata Jubir KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (16/5/2019) malam.

Dalam persidangan terungkap uang itu dikucurkan oleh kontraktor HDEC dalam beberapa kali termin. Uang Rp6,5 miliar dari HDEC diambil oleh Camat Beber Rita Susana yang juga istri Camat Astanajapura, Mahmud Iing Tajudin, atas perintah Sunjaya.

Sunjaya sudah mengakui menerima uang tersebut. Uang itu disebut Sunjaya sebagai uang pengganti dari HDEC atas keberhasilannya membebaskan tanah untuk pembangunan PLTU 2.

Sunjaya juga mengakui sebagian dari uang yang diterimanya dialirkan ke sejumlah orang penting di Kabupaten Cirebon.

"Kalau ada fakta baru, fakta baru ini bisa saja merujuk pada pihak lain atau pada ruang lingkup perkara yang lain. Itu tugas dari jaksa penuntut umum dan setiap selesai tuntutan biasanya akan disampaikan analisis tersebut. Meskipun KPK sering menunggu putusan pengadilan untuk melihat bagaimana pertimbangan hakim terkait dengan hal tersebut," katanya.

Febri enggan berkomentar lebih jauh kemungkinan untuk menjerat Hyundai Engineering Corporation atau pihak lain terkait aliran suap kepada Sunjaya dan pejabat Cirebon lainnya. KPK masih menunggu proses persidangan dan pertimbangan dalam putusan hakim nantinya.

"Sebelum menjawab itu saya kira, posisi yang paling clear yang bisa disampaikan KPK adalah kita tunggu fakta sidang dan pertimbangan hakim," tandasnya. [rok]

Komentar

x