Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 14:07 WIB

Gerindra Nilai KPU Anggap Remeh Persoalan

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 17 Mei 2019 | 08:01 WIB
Gerindra Nilai KPU Anggap Remeh Persoalan
Politikus Partai Gerindra Gus Irawan Pasaribu - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Gus Irawan Pasaribu mengaku setuju dengan Bawaslu yang menyebut KPU tidak transparan dalam bekerja.

"Disetiap tahapan KPU itu kurang transparan dan mengangap remeh setiap persoalan. DPT siluman 17,5 juta yang akhirnya tidak dituntaskan," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (16/5/2019).

Ia bahkan menyatakan Situng yang dilakukan KPU tidak akurat. Karena dalam situng KPU semua informasi sudah termasuk. Contohnya ketentuan telah membatasi Pemilih di TPS max 300 orang.

"Situng itu KPU klaim sebagai system perhitungan. Itu asli abal-abal, karena apapun yang diinput pada Situng KPU, semua masuk. Misalnya ketentuan telah membatasi Pemilih di TPS maximum 300. Surat suara maximum di TPS adalah jumlah pemilih tambah Cadangan 2 persen dari pemilih. Itu artinya setiap TPS hanya 306 surat suara. Tapi ternyata ada input untuk 01 diatas 1.000 situng tetap terima," paparnya.

Ia juga memberi contoh hasil di Sumut. pihaknya sudah mentrasir ke data situng KPU sebanyak 25 ribu TPS. Mereka menemukan kesalahan di 3 ribuan TPS yang seharusnya kalau systemnya benar maka otomatis seharusnya di tolak oleh system.

"Ini bukti Situng itu abal-abal. Saya akan dorong teman-teman Komisi II DPR RI untuk menginvestigasi ini, sekaligus mempertanyakan ke KPU berapa biaya untuk bangun sistem abal-abal tersebut. Bawaslu benar bahwa KPU telah melanggar. Yang kita ingin dorong juga adalah sanksi bagi KPU yang telah salah dan seyogianya kesalahan ini harusnya dihentikan," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan akan mematuhi rekomendasi Bawaslu untuk memperbaiki sistem informasi penghitungan suara (Situng).

Adapun rekomendasi ini disampaikan Bawaslu dalam putusan pengadilan atas laporan dugaan kecurangan dalam situng KPU yang diajukan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Komisioner Ilham Saputra mengatakan, menegaskan tidak akan menghentikan Situng dalam proses real count. Perbaikan sistemnya yang akan dilakukan secara maksimal.

"Kami akan perbaiki sistem penghitungan sebagaimana permintaan Bawaslu dan tidak ada di keputusan Bawaslu yang menyebut akan menutup Situng," ujar Ilham di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Tak hanya dinyatakan terbukti bersalah dalam penyelenggaraan penghitungan suara real count melalui Situng, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga dinyatakan melakukan pelanggaran administratif lainnya oleh Bawaslu.

Melalui sidang dugaan pelanggaran yang dilakukan KPU di pemilu 2019, Bawaslu juga memutuskan bahwa lembaga pemilu ini dinyatakan bersalah dan terbukti, tidak transparan dalam mengumumkan pendaftaran lembaga survei penyelenggara quick count.

Anggota majelis, Rahmat Bagja menyatakan bahwa Bawaslu mengambil kesimpulan bahwa KPU tak melakukan pengumunan secara resmi dan transparan, terkait pendaftaran pelaksanan kegiatan penghitungan cepat pemilu 2019. [hpy]

Komentar

x